Rapor Pemain Asing Arema FC di BRI Liga 1: Ada yang Menurun karena Dicadangkan

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Penampilan Arema FC pada seri kedua BRI Liga 1 bisa dibilang cukup sukses. Tiga kemenangan dan dua hasil imbang membuat posisi mereka di klasemen sementara naik ke urutan tiga.

Kali ini Bola.com membuat rapor untuk pemain asingnya. Tanpa mengesampingkan peran pemain lokal, performa pemain asing tentunya harus lebih dominan. Lantaran mereka dikontrak dan dapat fasilitas di atas pemain lokal.

Dari segi permainan, empat pemain asing Arema FC sudah tergolong stabil. Hanya striker Carlos Fortes yang sempat jadi cadangan pada seri kedua.

Adapun Adilson Maringa, Sergio Silva, dan Renshi Yamaguchi selalu jadi pilihan utama. Secara fisik, mereka sangat prima. Tidak ada yang performanya terganggu cedera. Ditambah lagi mereka belum pernah terkena akumulasi kartu.

Sergio dan Maringa sampai saat ini belum pernah diganjar kartu kuning. Sementara itu, Fortes dan Renshi masing-masing sudah mendapat dua kartu kuning.

Sekali lagi diganjar kartu kuning, mereka harus absen di laga selanjutnya. Secara umum, berikut ini adalah rapor empat pemain asing Arema di BRI Liga 1.

Adilson Maringa

Kiper Arema FC, Adilson Maringa. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)
Kiper Arema FC, Adilson Maringa. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Pada seri kedua, kiper berusia 31 tahun tersebut lebih banyak kebobolan. Gawang Arema FC yang dikawal Maringa sudah kemasukan lima gol dari lima laga.

Padahal pada seri pertama, Maringa hanya kemasukan empat gol dari enam laga. Bisa jadi, para penyerang lawan sudah mulai mengetahui kelemahan Maringa.

Kiper asal Brasil tersebut sering kebobolan dari tembakan keras yang mengejutkan. Seperti diakui pelatih Persita Tangerang, Widodo Cahyono Putro.

Saat bertemu Arema, dia menginstruksikan anak buahnya melakukan banyak shooting ke gawang Arema. Apalagi, saat ini juga cuaca lebih sering hujan.

Skemanya ini bisa membuat Persita mencetak dua gol ke gawang Tim Singo Edan dan mereka bisa meraih hasil imbang. Pada seri pertama lalu, Adilson Maringa sempat jadi kiper paling sedikit kemasukan.

Hingga awal seri kedua, dia mencatatkan clean sheet dalam 5 pertandingan. Namun sekarang, Arema total kemasukan sembilan gol.

Persib Bandung, PSIS Semarang, dan Bhayangkara FC punya jumlah kemasukan yang lebih sedikit dari Arema FC. Jadi, performa Maringa bisa dibilang menurun pada seri kedua.

Sergio Silva

Madura United kembali dapat peluang lewat Sansan Fauzi (depan) di menit 23. Sansan yang mendapatkan kawalan ketat dari Sergio Domingos Reis Silva berhasil menendang bola ke gawang dan ditangkap kiper Arema FC. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Madura United kembali dapat peluang lewat Sansan Fauzi (depan) di menit 23. Sansan yang mendapatkan kawalan ketat dari Sergio Domingos Reis Silva berhasil menendang bola ke gawang dan ditangkap kiper Arema FC. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bek asal Portugal itu tampil konsisten. Pada seri kedua, bek berusia 27 tahun itu belum sekalipun mengoleksi kartu.

Hal yang tidak biasa bagi pemain belakang. Itu tak lepas dari karakter main yang dimiliki. Sergio sangat tenang mengawal pertahanan Arema. Dia jarang melakukan pelanggaran.

Mantan bek Feirense, Portugal itu bisa melakukan intersep dengan bersih. Sergio terkesan sebagai pemain yang dingin. Tak banyak ekspresi namun tetap bisa mengontrol emosi ketika berhadapan dengan striker-striker bengal di Liga 1.

Meski pada seri kedua gawang Arema kemasukan lima gol, tidak sepenuhnya berasal dari kesalahannya. Kelebihan lain, Sergio bisa jadi figur pemimpin di lini belakang.

Dia sering melakukan koordinasi dengan tandemnya, Bagas Adi dan para bek sayap. Meski belum menguasai Bahasa Indonesia, Sergio tetap bisa berkoordinasi dengan rekan-rekannya menggunakan Bahasa Inggris.

Bisa dibilang performa Sergio tetap stabil sejak seri pertama hingga kedua.

Renshi Yamaguchi

Pemain Persipura Jayapura, Todd Rivaldo Ferre (kedua kanan) berusaha melewati pemain Arema FC, Bagas Adi Nugroho dan Renshi Yamaguchi pada laga BRI Liga 1 di Stadion Madya, Jakarta, Rabu, (29/9/2021). (Bola.com/ M Iqbal Ichsan)
Pemain Persipura Jayapura, Todd Rivaldo Ferre (kedua kanan) berusaha melewati pemain Arema FC, Bagas Adi Nugroho dan Renshi Yamaguchi pada laga BRI Liga 1 di Stadion Madya, Jakarta, Rabu, (29/9/2021). (Bola.com/ M Iqbal Ichsan)

Gelandang bertahan asal Jepang itu tampil lebih baik pada seri kedua. Dia bisa jadi tandem bagi Hanif Sjahbandi.

Sebenarnya cara bermain Renshi hampir sama dengan Hanif. Gelandang yang kuat saat bertahan. Namun Renshi mobilitasnya lebih tinggi.

Padahal dia selalu main penuh dalam 11 laga. Bisa diartikan dia pemain dengan stamina luar biasa.

Renshi juga sering melakukan tekel yang bisa memutus serangan lawan. Tak hanya itu, jika Tim Singo Edan krisis bek sayap, dia bisa menempati posisi itu.

Pada seri kedua, Renshi sudah tidak mendapatkan kartu kuning. Berbeda dengan seri pertama, dia mengoleksi dua kartu kuning.

Seri kedua, Renshi mencatatkan dua assist, dan itu menjadi nilai positif lainya. Tak salah jika banyak yang menilai permainannya membaik di seri kedua.

Carlos Fortes

Pemain Arema FC, Carlos Fortes merayakan gol pertama timnya saat laga pekan ketujuh BRI Liga 1 2021/2022 antara Persija Jakarta melawan Arema FC di Stadion Manahan, Solo, Minggu (17/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Pemain Arema FC, Carlos Fortes merayakan gol pertama timnya saat laga pekan ketujuh BRI Liga 1 2021/2022 antara Persija Jakarta melawan Arema FC di Stadion Manahan, Solo, Minggu (17/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Penyerang asal Portugal itu untuk sementara berstatus pemain tersubur Arema. Fortes mengoleksi enam gol dari 11 laga. Lumayan untuk ukuran striker baru. Pada seri pertama dia mengoleksi tiga gol.

Seri kedua tiga gol tambahan dicetaknya. Hanya saja dia tidak mencatatkan assist seperti seri pertama. Sebenarnya, Fortes sedang on fire pada awal seri kedua.

Namunm pelatih Eduardo Almeida sempat mencadangkannya dalam laga lawan Persita Tangerang. Sejak itu produktivitasnya sempat mandek. Dia kembali mencetak gol lewat tendangan penalti pada akhir seri kedua lawan Persebaya Surabaya.

Sejak dicadangkan, permainannya agak menurun, sehingga dia belum mencetak gol-gol indah seperti sebelumnya.

Yuk Tengok Posisi Arema FC di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel