Rapor Pemain Asing Bhayangkara FC pada Seri Pertama BRI Liga 1 : Tokcer dan Menjanjikan

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Bhayangkara FC mendominasi seri pertama BRI Liga 1 2021/2022. Tim berjuluk The Guardian itu hampir menyapu bersih semua pertandingan.

Dari enam partai, Bhayangkara FC mampu melibas lima di antaranya dengan kemenangan. The Guardian hanya sekali meraih hasil seri ketika diimbangi Arema FC 1-1 pada pekan kedua.

Hasilnya, Bhayangkara FC melesat sendirian di puncak klasemen sementara. The Guardian mengumpulkan 16 poin, unggul empat angka dari PSIS Semarang di peringkat kedua dan Bali United di posisi ketiga.

Komposisi Bhayangkara FC begitu dalam di musim ini. The Guardian punya sejumlah pemain berlabel timnas semodel Evan Dimas dan Adam Alis.

Bhayangkara FC juga diisi nama-nama seperti Hansamu Yama, Andik Vermansah, Awan Setho, hingga Ruben Sanadi yang juga sempat membela Timnas Indonesia dalam kurun dua tahun terakhir.

Performa mulus Bhayangkara FC hingga seri pertama BRI Liga 1 juga tidak lepas dari keberadaan legiun impor. The Guardian punya empat pemain asing yang begitu jempolan.

Bagaimana rapor dari legiun impor Bhayangkara FC hingga seri pertama BRI Liga 1? Berikut Bola.com mengulasnya secara singkat.

Ezechiel N'Douassel

Pemain Bhayangkara FC, Ezechiel N'Douassel melepaskan tendangan penalti saat melawan Persik Kediri pada laga pekan kelima BRI Liga 1 di Stadion Madya, Jakarta, Rabu, (29/9/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pemain Bhayangkara FC, Ezechiel N'Douassel melepaskan tendangan penalti saat melawan Persik Kediri pada laga pekan kelima BRI Liga 1 di Stadion Madya, Jakarta, Rabu, (29/9/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Ezechiel N'Douassel begitu buas di seri pertama BRI Liga 1. Penyerang asal Chad itu mampu mencetak enam gol dari enam pertandingan.

Untuk sementara, Ezechiel N'Douassel berdiri kukuh di puncak top scorer BRI Liga 1, disusul oleh penyerang Persiraja Banda Aceh, Paulo Henrique dan striker Bali United, Ilija Spasojevic yang mengemas lima gol.

Ezechiel N'Douassel memang bukan tukang gedor sembarangan. Ketika membela Persib Bandung pada 2017-2019, pemain berusia 33 tahun ini mampu membukukan 40 gol dan 20 assists dari 69 penampilan.

Renan Silva

Selebrasi Renan Silva bersama pemain Bhayangkara FC lainnya usai mencetak gol ke gawang Persik Kediri pada laga pekan kelima BRI Liga 1 di Stadion Madya, Jakarta, Rabu, (29/9/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Selebrasi Renan Silva bersama pemain Bhayangkara FC lainnya usai mencetak gol ke gawang Persik Kediri pada laga pekan kelima BRI Liga 1 di Stadion Madya, Jakarta, Rabu, (29/9/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Pantas saja Renan Silva menjuluki dirinya sebagai maestro. Gelandang asal Brasil itu selalu berkontribusi besar untuk tim yang diperkuatnya.

Sebelum membela Bhayangkara FC pada 2020, Renan Silva keluar sebagai pemain terbaik Liga 1 2019 bersama Borneo FC.

Di Bhayangkara FC, Renan Silva kerap dimainkan sebagai winger kanan, selain gelandang serang yang notabene adalah posisi naturalnya.

Renan Silva mampu memainkan dua peran itu sama baiknya. Sejauh ini, pemain berusia 32 tahun tersebut berhasil membukukan dua gol dan satu assist untuk Bhayangkara FC dari enam partai.

Lee Yoo-joon

Pemain Bhayangkara FC, Lee Yoo-joon (depan) mengadang pemain Persik Kediri, Hariyanto Panto dalam laga pekan ke-5 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Madya, Jakarta, Rabu, (29/9/2021). Bhayangkara FC menang 2-0. (Bola.com/ M Iqbal Ichsan)
Pemain Bhayangkara FC, Lee Yoo-joon (depan) mengadang pemain Persik Kediri, Hariyanto Panto dalam laga pekan ke-5 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Madya, Jakarta, Rabu, (29/9/2021). Bhayangkara FC menang 2-0. (Bola.com/ M Iqbal Ichsan)

Tidak sia-sia Lee Yoo-joon menunggu kepastian dari Bhayangkara FC. Gelandang asal Korea Selatan itu kembali masuk skuad untuk musim ini.

Pada musim lalu, Lee Yoo-joon sempat dikorbankan Bhayangkara FC demi Herve Guy. Pemain berusia 32 tahun itu diproyeksikan untuk menjadi pemain lokal karena dikabarkan sedang menjalani proses naturalisasi.

Setelah Herve Guy pindah, Lee Yoo-joon menjadi pemain penting Bhayangkara FC di lini tengah. Pemain kelahiran 26 September 1989 itu tidak pernah absen dalam enam pertandingan pada seri pertama.

Anderson Salles

Bek Bhayangkara FC, Anderson Salles, mengontrol bola saat melawan Perseru Badak Lampung FC pada laga Liga 1 2019 di Stadion Patriot, Bekasi, Jumat (16/8). Bhayangkara FC takluk 0-1 dari Badak Lampung FC. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Bek Bhayangkara FC, Anderson Salles, mengontrol bola saat melawan Perseru Badak Lampung FC pada laga Liga 1 2019 di Stadion Patriot, Bekasi, Jumat (16/8). Bhayangkara FC takluk 0-1 dari Badak Lampung FC. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Anderson Salles tidak sanggup lama-lama berpisah dengan Bhayangkara FC. Setelah hijrah pada 2020 ketika kompetisi vakum, bek asal Brasil ini memutuskan untuk kembali.

Sebagai bek, Anderson Salles punya spesialisasi lain. Palang pintu berusia 33 tahun itu juga jago menjadi eksekutor bola mati.

Dalam musim pertamanya bersama Bhayangkara FC pada 2019, Anderson Salles berhasil menjaringkan tujuh gol dari 33 penampilan. Gol-gol Anderson Salles mayoritas berasal dari eksekusi tendangan bebasnya.

Di musim ini, Anderson Salles telah mencetak satu gol dari lima pertandingan. Gol ke gawang Persebaya Surabaya pada pekan keenam itu juga bermula dari sepakan tendangan bebas.

Klasemen Sementara Bhayangkara FC di BRI Liga 1

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel