Rapor Pemain Persija Saat Kandaskan Persib di Leg 1 Final Piala Menpora 2021: Strategi Sudirman Top

·Bacaan 6 menit

Bola.com, Sleman - Persija Jakarta berhasil memenangi final pertama Piala Menpora 2021, Kamis (22/4/2021). Mereka menekuk Persib Bandung dua gol tanpa balas di Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Persija seakan bisa menang mudah di laga ini. Karena pertandingan baru berjalan beberapa detik, Braif Fatari berhasil membuat Persija unggul.

Di menit 7, giliran penyerang muda Taufik Hidayat yang menjebol gawang Persib. Tim berjuluk Macan Kemayoran ini seakan bisa melewati final dengan mudah. Tapi setelah dua gol tersebut, permainan mulai sengit.

Persib coba bangkit. Karena di awal pertandingan, dua gol lahir saat pemain belakang mereka belum siap. Saat Victor Igbonefo dkk sudah panas, Persija tak sanggup lagi mencetak gol.

Sebenarnya dari segi susunan pemain, Persija membuat sebuah perubahan besar. Pelatih Sudirman menurunkan striker muda Taufik Hidayat menggantikan Marko Simic. Gelandang serang Braif Fatari juga turun sebagai starter.

Tampaknya mereka terinspirasi dengan lawan Persib di semifinal, PS Sleman. Di mana mereka mengandalkan striker muda Saddam Gaffar untuk mencetak gol ke gawang Persib.

Sepertinya, duet stoper Persib, Victor Igbonedo dan Nick Kuipers masih kesulitan mengawal striker muda. Mereka butuh waktu mengamati lebih dulu seperti apa karakter bermain striker muda ini.

Di babak kedua, setelah tertinggal dua gol Persib melakukan perubahan. Esteban Vizcarra, Beckham Putra, Dedi Kusnandar hingga Ferdinand Sinaga dimasukkan. Mereka sempat memegang kendali permainan.

Tapi Andritany dkk masih terlalu tangguh untuk ditaklukkan Persib. Padahal di laga ini Persib tidak menurunkan komposisi terbaik di lini belakang. Tidak ada Otavio Dutra dan Yann Motta di line up pemain. Sebagai gantinya, ada duet gaek, Tony Sucipto dan Maman Abdurrahman.

Persija pun sukses mempertahankan skor 2-0. Berikut rapor pemain Persija di final pertama Piala Menpora versi Bola.com.

Kiper

Pemain Persija Jakarta merayakan kemenangan usai mengalahkan Persib Bandung pada laga final Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (22/4/2021). Persija menang dengan skor 2-0. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pemain Persija Jakarta merayakan kemenangan usai mengalahkan Persib Bandung pada laga final Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (22/4/2021). Persija menang dengan skor 2-0. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Andritany Ardhiyasa

Sukses melanjutkan catatan clean sheet. Sejak perempatfinal hingga partai puncak, Andritany tak pernah kebobolan. Kiper 29 tahun ini berhasil mengamankan tembakan-tembakan pemain Persib dalam final pertama.

Total ada 3 penyelamatan penting yang dilakukan Andritany di laga ini. Selain itu, dia beberapa kali sukses memotong umpan crossing Persib.

Padahal bola crossing jadi salah satu andalan Persib menjebol gawang lawan. Lantaran mereka punya duet striker berpostur tinggi. Wander Luiz dan Ezra Walian.

Nilai: 7,5

Belakang

Bek Persija Jakarta, Marco Motta. (Media Persija).
Bek Persija Jakarta, Marco Motta. (Media Persija).

Marco Motta

Bek kanan asal Italia ini tampil disiplin. Dia jarang naik membantu serangan. Motta memilih fokus mengawal pergerakan pemain sayap Persib. Itu membuat salah satu kelebihannya saat membantu serangan jadi tak terlihat.

Saat sesekali naik ke depan, Motta terlihat cukup kelelahan. Sepertinya dia tidak dalam kondisi terbaik. Maklum, jadwal Piala Menpora memang cukup padat. Jadi, wajar jika pemain banyak yang masih kelelahan. Termasuk Motta.

Nilai: 7

Tony Sucipto

Stoper memang bukan posisi asli Tony. Biasanya dia berposisi sebagai gelandang bertahan atau bek sayap. Namun Tony bisa menjalankan peran stoper dengan baik. Bahkan saat menghadapi duet Wander Luiz dan Ezra Walian yang secara postur lebih jangkung, Tony tak kesulitan. Bahkan sapuan bolanya tergolong akurat dan sangat berguna untuk melakukan serangan balik.

Sebenarnya ini bukan kali pertama Tony jadi stoper. Di fase perempatfinal, dia juga turun sebagai stoper. Karena komposisi pemain belakang belum komplit.

Nilai: 7,5

Maman Abdurrahman

Usianya tak muda lagi. Dia menapaki 38 tahun. Tapi Maman masih sanggup mengawal striker lawan yang lebih muda dan secara fisik lebih bugar. Pengalamannya yang berbicara di sini. Seperti laga final lawan Persib.

Mamang sempat melakukan beberapa pelanggaran. Namun itu taktiknya ketika sudah kehilangan bola. Yang pasti, dia punya pertimbangan matang kapan melakukan pelanggaran atau tidak. Karena jika melanggar lawan didekat kotak penalti, itu bisa jadi ancaman gawang sendiri.

Nilai :7

Novri Setiawan

Sulit memberikan penilaian kepada Novri. Karena dia tampai hanya sampai pertengahan babak pertama. Bek sayap kanan ini mengalami cedera dan tak bisa melanjutkan pertandingan. Tapi dia sudah berkontribusi atas kemenangan dua gol tanpa balas ini. Dua gol yang dicetak Persija lahir saat Novri masih berada di lapangan. Setelah cedera, posisinya digantikan Alfath Fathier.

Nilai: 6

Tengah

Pemain muda dari Persija Jakarta, Braif Fatari (kanan) mengukuhkan gol cepatnya diawal pertandingan usai memanfaatkan kemelut di depan gawang Persib Bandung. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pemain muda dari Persija Jakarta, Braif Fatari (kanan) mengukuhkan gol cepatnya diawal pertandingan usai memanfaatkan kemelut di depan gawang Persib Bandung. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Rohit Chand

Pemain timnas Nepal ini juga fokus menjaga kedalaman lini tangah. Rohit punya peran sebagai gelandang bertahan. Dia tidak ingin sering meninggalkan posisinya untuk membantu penyerangan. Karena dia harus berjibaku menghentikan barisan gelandang Persib seperti Noor Farshad dkk. Karena disiplin menjaga daerah sendiri, babak pertama Persib seakan tak bisa mengembangkan permainan.

Baru di babak kedua, gelombang serangan Persib makin besar. Tapi Rohit bisa bersinergi dengan pemain belakang dan membuat gawang Persija tak kebobolan lagi.

Nilai: 7,5

Marc Klok

Dia jadi partner ideal Rohit untuk menghentikan serangan Persib Bandung. Ketika Persija unggul dua gol, ujian sesungguhnya datang. Klok tak hanya sibuk memburu bola di lini tengah. Tapi saat menghuasai bola, dia sering jadi sasaran pelanggaran pemain Persib. Karena umpan terobosannya sangat berbahaya. Tapi, tendangan bebas yang biasa jadi senjata rahasia Klok, di partai puncak seperti hilang.

Nilai: 7,5

Braif Fatari

Pencetak gol cepat di Piala Menpora 2021. Peluang pertama yang didapatkan di detik 50 berhasil diselesaikannya dengan tendangan keras dari dalam kotak penalti. Dia seperti ingin menjawab kepercayaan yang diberikan pelatih, Sudirman. Berposisi sebagai gelandang serang, Braif juga sering masuk kotak penalti untuk mengancam gawang Persija.

Nilai: 8

Depan

Di menit ke-8 lagi-lagi pemain muda Persija Jakarta yang pernah merumput bersama Persib Junior, Taufik Hidayat (kiri) menjebol gawang yang dikawal oleh I Made Wiryawan. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Di menit ke-8 lagi-lagi pemain muda Persija Jakarta yang pernah merumput bersama Persib Junior, Taufik Hidayat (kiri) menjebol gawang yang dikawal oleh I Made Wiryawan. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Riko Simanjuntak

Seperti biasa Riko selalu jadi pengacau pertahannan lawan dengan kecepatannya. Gol pertama Persija yang dicetak Braif Fatari juga bermula dari sebuah tembakannya.

Gol kedua Persija yang dicetak Taufik Hidayat juga berasal dari assistnya. Di laga ini, pemain belakang Persib tak berhasil menandingi kecepatan Riko.

Nilai: 8

Taufik Hidayat

Usianya baru 21 tahun. Tapi saat dipercaya main di final Piala Menpora 2021,Taufik tampak tenang. Tidak ada kesan grogi. Yang yang dicetaknya di menit 7 jadi bukti ketenagannya.

Memanfaatkan umpan tarik Riko, dia mengirimkan bola plessing ke tian jauh. Sebenarnya Taufik punya peluang mencetak lebih dari satu gol. Sayang, peluang emas babak pertama gagal dimanfaatkan. Padahal dia sudah berhadapan dengan kiper lawan. Tapi tendangannya menyamping.

Nilai: 8

Osvaldo Haay

Pemain sayap yang satu ini juga merepotkan lini bertahan Persib. Beberapa kali gocekannya berhasil membuatnya lepas dari kawalan. Sayang, Osvaldo tak mencetak gol atau assist dalam laga ini.

Nilai: 7,5

Cadangan

Persib terlihat belum tenang dan berusaha untuk membalas gol itu. Beberapa kali tembakan yang dilepas oleh pemain depan mereka gagal berbuah gol. Selain itu, pertahanan Persija Jakarta memang terlihat sangat rapat. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Persib terlihat belum tenang dan berusaha untuk membalas gol itu. Beberapa kali tembakan yang dilepas oleh pemain depan mereka gagal berbuah gol. Selain itu, pertahanan Persija Jakarta memang terlihat sangat rapat. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Alfath Faathier

Bek kanan ini turun sebagai pengganti di pertangahan babak pertama. Dia ditugaskan mengawal sayap Persib seperti Febri Hariyadi. Tugas yang tidak ringan.

Tapi dia bisa melakukannya. Apalagi Alfath merupakan jebolan Persib dan seangkatan dengan Febri. Sehingga dia hafal harus berbuat apa untuk mematikan Febri. Itu sebabnya, Persib menarik Febri pada babak kedua.

Nilai: 7

Sandi Sute

Gelandang petarung ini masuk di babak kedua. Perannya untuk mematahkan serangan Persib dari lini tengah. Karena waktu itu Persija dalam tekanan. Sandi cukup berhasil membuat serangan Persib tidak terlalu tajam.

Nilai: 7

Marko Simic

Penyerang asal Kroasia ini baru turun di pertangahan babak kedua. Simic nyaris tak punya peluang di laga ini. Karena dia terus ditempel oleh bek Persib, Nick Kuipers.

Bisa jadi Persija gagal menang jika menurunkan Simic sejak menit awal. Lantaran bek Persib sudah paham cara mematikan pergerakannya.

Nilai: 6,5

Saksikan Video Pilihan Kami: