Rapor Pemain Timnas Indonesia yang Berkarier di Luar Negeri Saat Imbangi Thailand: Syahrian Abimanyu Masterclass

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Dubai - Empat dari lima pemain luar negeri bermain impresif untuk Timnas Indonesia ketika mengimbangi Timnas Thailand 2-2 pada matchday keenam Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia di Al Maktoum Stadium, Kamis (3/6/2021).

Empat pemain itu ialah Egy Maulana Vikri, Witan Sulaeman, Syahrian Abimanyu, dan Asnawi Mangkualam. Keempatnya bermain sebagai starter saat melawan Thailand.

Timnas Indonesia sebenarnya masih punya satu lagi pemain yang bermain di luar negeri dalam skuadnya saat ini. Dia adalah Ryuji Utomo. Namun, bek Penang FC di Liga Malaysia ini tidak bisa tampil karena belum pulih dari cedera hamstring.

Syahrian Abimanyu menjadi pemain luar negeri dengan kontribusi paling besar untuk Timnas Indonesia. Gelandang Newcastle Jets di Liga Australia itu menyumbangkan satu assist untuk gol Kadek Agung pada menit ke-39.

Umpan fantastis Syahrian Abimanyu mengarah tepat ke kaki Kadek Agung yang lolos dari jebakan offside untuk menjebol gawang kiper Siwarak Tedsungnoen.

Pada pertandingan itu, Syahrian Abimanyu dipasang sebagai gelandang tengah kanan oleh pelatih Shin Tae-yong. Pemain berusia 22 tahun itu berduet dengan Kadek Agung dengan membentuk double pivot di lini tengah.

Aksi Individu Egy Maulana Vikri

Gelandang Timnas Indonesia U-22, Egy Maulana Vikri, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Timnas Iran U-23  pada laga uji coba internasional di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (16/11). Indonesia menang 2-1 atas Iran. (Bola.com/Yoppy Renato)
Gelandang Timnas Indonesia U-22, Egy Maulana Vikri, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Timnas Iran U-23 pada laga uji coba internasional di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (16/11). Indonesia menang 2-1 atas Iran. (Bola.com/Yoppy Renato)

Shin Tae-yong memainkan Egy Maulana Vikri di posisi aslinya sebagai gelandang sayap kanan. Dengan kaki kidalnya, pemain Lechia Gdansk di Liga Polandia itu punya banyak ruang untuk menusuk ke tengah.

Beberapa kali Egy Maulana Vikri berhasil mengancam gawang Thailand lewat gerakan-gerakannya dari sisi kiri pertahanan lawan.

Aksi Egy Maulana Vikri pada menit ke-60 berbuah hasil positif. Sepakannya dari luar kotak penalti membentur pemain lawan, namun bola mengalir ke kaki Evan Dimas.

Evan Dimas, yang berhadapan satu lawan satu dengan Siwarak Tedsungnoen, tinggal menceploskan bola ke gawang Thailand.

Petaka untuk Timnas Indonesia terjadi tiga menit berselang. Egy Maulana Vikri meringis kesakitan sambil memegang bahunya.

Egy Maulana Vikri juga sesekali memukul permukaan lapangan tanda kekecewaan karena tidak dapat melanjutkan pertandingan. Pemain berusia 20 tahun itu lalu digantikan oleh Osvaldo Haay.

Militansi Asnawi Mangkualam

Asnawi Mangkualam - Pemain asal Makassar ini tampil apik dan disiplin di sektor kanan pertahanan Timnas Indonesia. Beberapa kali bek Ansan Greeners FC itu ikut maju ke depan membantu penyerangan. (PSSI)
Asnawi Mangkualam - Pemain asal Makassar ini tampil apik dan disiplin di sektor kanan pertahanan Timnas Indonesia. Beberapa kali bek Ansan Greeners FC itu ikut maju ke depan membantu penyerangan. (PSSI)

Asnawi Mangkualam tidak pernah berhenti berlari selama 90 menit. Bek Ansan Greeners di Liga Korea Selatan tersebut bermain militan untuk Timnas Indonesia.

Sebagai bek sayap kanan, Asnawi Mangkualam tidak hanya tangguh dalam bertahan, namun juga aktif membantu serangan.

Contohnya ketika gol kedua Timnas Indonesia. Asnawi Mangkualam melakukan penetrasi ke lini pertahanan lawan sebelum memberikan umpan kepada Egy Maulana Vikri.

Sepakan Egy Maulana Vikri, yang membentur pemain Thailand, lalu disambar oleh Evan Dimas untuk menjadi gol penyama kedudukan.

Di pengujung pertandingan, Asnawi Mangkualam terpaksa mendapatkan beberapa kali perawatan karena diduga mengalami cedera. Namun, pemain berusia 21 tahun itu masih bisa bermain hingga laga tuntas.

Witan Sulaeman Butuh Kematangan

Witan Sulaeman - Pergerakan Witan yang lincah membuat barisan pertahanan Thailand kerepotan. Sayang, ia tak bisa bermain hingga akhir laga lantaran harus keluar pertengahan babak kedua karena cedera. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Witan Sulaeman - Pergerakan Witan yang lincah membuat barisan pertahanan Thailand kerepotan. Sayang, ia tak bisa bermain hingga akhir laga lantaran harus keluar pertengahan babak kedua karena cedera. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Witan Sulaeman tampil cukup baik ketika melawan Thailand, namun masih membutuhkan kematangan saat bermain dalam partai besar.

Witan Sulaeman beberapa kali salah dalam mengambil keputusan yang menggagalkan kans Timnas Indonesia untuk mencetak gol.

Contohnya ketika Witan Sulaeman seharusnya menendang bola ke gawang lawan. Pemain berusia 19 tahun itu justru memilih untuk menahan bola dan mengelabui pemain lawan yang berujung kegagalan.

Tujuh menit setelah cedera Egy Maulana Vikri, giliran Witan Sulaeman yang harus meninggalkan lapangan. Pemain bernomor punggung delapan itu mengalami masalah pada kakinya dan digantikan oleh Adam Alis.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini