Rapor PSIS di Piala Menpora: Dari B Saja Jadi Tim yang Diperhitungkan

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Semarang - Piala Menpora 2021 berjalan dengan penuh kejutan. Satu di antaranya adalah munculnya tim-tim yang sedianya tidak diperhitungkan, justru kini bisa berbicara banyak.

Seperti yang dilakukan oleh PSIS Semarang. Tim yang sebenarnya memiliki persiapan biasa-biasa saja. Tim Mahesa Jenar hanya punya waktu dua pekan untuk memulai persiapan, jauh jika dibandingkan kontestan lain yang sampai satu bulan lebih.

Di sisi lain, PSIS hanya mengandalkan 100 persen pemain lokal. Atau mereka yang merupakan awak skuad di musim 2020 dan masih memiliki kontrak untuk bergabung kembali. Tidak satupun ekspatriat PSIS yang tampil, karena masih berada di negara masing-masing.

Seperti biasanya PSIS mengandalkan wajah-wajah lama seperti Jandia Eka Putra, Fredyan Wahyu, Rio Saputro, Finky Pasamba, Fandi Eko Utomo, Komarodin, Septian David Maulana, hingga bomber ulung Hari Nur Yulianto.

Hal yang sedikit membedakan adalah deretan tenaga-tenaga muda yang justru semakin menambah kekuatan PSIS. Gerbong pemain muda yang berasal dari tim akademi PSIS, diberikan kesempatan unjuk gigi dan hasilnya luar biasa.

Alfeandra Dewangga, Pratama Arhan, Riyan Ardiansyah, Eka Febri, Chrismanto Ado, M. Ridwan, Kartika Vedhayanto, Mahir Radja, hingga Farrel Arya diberikan jam terbang serta pengalaman oleh pelatih Dragan Djukanovic. Nyatanya mereka dapat mengemban kepercayaan dengan baik.

Buktinya adalah posisi PSIS yang saat ini melaju ke babak delapan besar berjumpa PSM Makassar. PSIS dengan perkasa menjadi juara grup A dengan nilai tujuh. Menyingkirkan tim-tim mapan seperti Barito Putera, Persikabo, dan Arema FC.

Bola.com menganalisis rapor perjalanan PSIS Semarang selama mengarungi babak penyisihan grup Piala Menpora 2021. Beberapa hal termasuk kelebihan dan kekurangan turut menjadi catatan PSIS. Berikut ulasannya:

Produktivitas Tinggi

Para pemain PSIS Semarang merayakan gol ketiga ke gawang Persikabo 1973 yang dicetak bek Pratama Arhan(kanan) dalam laga matchday ke-2 Grup A Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo, Kamis (25/3/2021). PSIS menang 3-1 atas Persikabo 1973. (Bola.com/Arief Bagus)
Para pemain PSIS Semarang merayakan gol ketiga ke gawang Persikabo 1973 yang dicetak bek Pratama Arhan(kanan) dalam laga matchday ke-2 Grup A Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo, Kamis (25/3/2021). PSIS menang 3-1 atas Persikabo 1973. (Bola.com/Arief Bagus)

Skema permainan menyerang khas Eropa Timur ala Dragan Djukanovic berjalan mulus di tiga pertandingan babak fase grup. PSIS Semarang membukukan jumlah gol paling tinggi diantara para peserta lain.

Sembilan gol dikemas dalam tiga laga berturut-turut. Uniknya, PSIS selalu mencetak tiga gol di setiap pertandingan. Jumlah yang lebih banyak dibandingkan tim lain yang mendekati seperti Barito Putera (7 gol) atau Persija Jakarta (6 gol).

Menariknya lagi, tidak hanya barisan depan PSIS yang menjadi aktor di balik gol-gol yang dicetak ke gawang lawan. Justru sebagian besar datang dari lini kedua bahkan ketiga. Pratama Arhan yang berposisi gelandang sayap kiri sudah mengemas dua gol, atau gelandang Fandi Eko yang juga mengoleksi dua gol.

Di sinilah kejelian Dragan meracik potensi timnya dengan kolektivitas yang menjadi kekuatan tersendiri bagi PSIS. Antar lini begitu padu, permainan satu dua sentuhan yang enak ditonton, kecepatan di kedua sayap, dan organisasi permainan yang cukup rapi menjadi gambaran kekuatan PSIS saat ini.

Lini Belakang Rawan

Gelandang Barito Putera, Amiruddin Bagas Kaffa (tengah) berebut bola dengan bek PSIS Semarang, Pratama Arhan dalam laga Grup A Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (21/3/2021). Barito Putera bermain imbang 3-3 dengan PSIS. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Gelandang Barito Putera, Amiruddin Bagas Kaffa (tengah) berebut bola dengan bek PSIS Semarang, Pratama Arhan dalam laga Grup A Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (21/3/2021). Barito Putera bermain imbang 3-3 dengan PSIS. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Meski demikian, PSIS masih memiliki kelemahan melihat hasil dalam tiga pertandingan di babak penyisihan grup. Yakni kualitas lini belakang yang masih rawan kecolongan oleh lawan.

Meski sangat produktif untuk urusan mencetak gol, gawang PSIS juga mudah ditembus. Pasalnya sudah enam gol lawan bersarang ke gawang PSIS. Khususnya saat ditahan imbang Barito Putera (3-3) dan unggul tipis 3-2 dari Arema FC.

Tidak adanya sosok bek asal Brasil, Wallace Costa sedikit banyak berpengaruh pada kualitas pertahanan PSIS. Dragan Djukanovic lebih mengandalkan potensi bek-bek mudanya dan banyak belajar selama babak penyisihan.

Sang pelatih dan anak buahnya pastinya sudah paham apa yang harus dilakukan untuk koordinasi di lini belakang. Melihat calon lawan yang akan dihadapi di babak gugur adalah PSM. Tim yang sama-sama mengandalkan murni pemain lokal, dan tak kalah produktif dengan mengemas 5 gol selama fase grup.

Video