Rapor Tim-Tim Jawa Timur di Piala Menpora 2021 : Persebaya Menawan, Arema FC Mesti Waswas

·Bacaan 6 menit

Bola.com, Bandung - Gelaran Piala Menpora 2021 menjadi gambaran permainan klub-klub yang akan tampil di Liga 1 2021. Sejauh ini, beberapa tim sudah berhasil menemukan gaya permainannya setelah vakum bertanding selama setahun.

Sampai sekarang, sudah ada sepuluh pertandingan yang digelar dari Grup A hingga Grup D. Hanya kontestan Piala Menpora 2021 di Grup A saja yang telah memainkan dua pertandingan. Sedangkan sisanya baru melakoni satu laga.

Menariknya, setiap pertandingan selalu berhasil diakhiri dengan gol. Belum ada duel yang berakhir dengan skor kacamata alias 0-0. Artinya, agresivitas masing-masing tim cukup terlihat dalam persaingan di turnamen pramusim ini.

Klub-klub Jawa Timur menjadi sorotan karena provinsi satu ini mengirimkan lima wakilnya. Selama ini, Jawa Timur memang menjadi barometer sepak bola nasional dengan jumlah kontestan di kasta tertinggi yang selalu lebih banyak dibanding provinsi lain.

Selain itu, Jawa Timur juga juga dikenal memiliki banyak talenta dan regenerasi pemain yang mampu menembus Timnas Indonesia.

Lima klub Jawa Timur yang tampil di turnamen pramusim ini adalah Persebaya Surabaya, Madura United, Persik Kediri, Arema FC, Persela Lamongan. Fakta menarik lainnya adalah klub-klub Jawa Timur itu berada di grup yang sama, Grup C, kecuali Arema yang menghuni Grup A.

Persaingan sesama klub Jawa Timur sendiri bakal menjadi sajian yang menarik karena selalu melahirkan talenta hebat. Setiap klub juga memiliki keunikan untuk bisa bersaing dan melaju ke fase gugur Piala Menpora 2021.

Namun, tidak semua klub tersebut berhasil melewati pertandingan dengan mulus. Ada yang sudah melakoni dua pertandingan dan belum sukses memetik tiga poin. Namun, ada juga yang belum tampil dalam pertandingan, yakni Persela.

Persela sendiri baru tiba di Bandung untuk berkiprah di Grup C pada Kamis (25/3/2021). Mereka baru akan bertanding pada Minggu sore (28/3/2021) melawan PSS Sleman di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.

Bola.com telah merangkum rapor masing-masing klub Jawa Timur dalam Piala Menpora 2021 sejauh ini. Catatan ini tidak memasukkan Persela yang belum bertanding. Simak ulasannya berikut ini:

Persebaya Surabaya

Striker Persebaya Surabaya, Samsul Arif (depan) terjatuh usai ditekel pemain Persik Kediri dalam laga Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Selasa (23/3/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Striker Persebaya Surabaya, Samsul Arif (depan) terjatuh usai ditekel pemain Persik Kediri dalam laga Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Selasa (23/3/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Persebaya sukses memenangi matchday pertama Grup C melawan Persik Kediri di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Selasa (23/3/2021). Skor 2-1 menghiasi pertarungan sesama tim asal Jawa Timur tersebut.

Menariknya, Persebaya terpaksa bermain dengan 10 personel saja dalam pertandingan ini sejak menit ke-35 lantaran Rizky Ridho mendapat kartu merah. Belum lagi, tim Bajul Ijo juga sempat tertinggal lebih dulu dari Persik yang mencetak gol lewat penalti eksekusi Andri Ibo.

Namun, Persebaya mampu membalikkan kedudukan dengan dua gol yang semuanya juga lahir dari titik putih. Dua gol itu diborong oleh Samsul Arif. Memenangi pertandingan dalam situasi kekurangan jumlah pemain dan tertinggal tentu tidak mudah.

Apalagi, Persebaya menurunkan mayoritas pemain muda tanpa pemain asing dalam pertandingan melawan Persik itu. Tercatat, sebanyak lima pemain muda berusia 21 tahun ke bawah masuk starting eleven, yakni Koko Ari Araya, Rizky Ridho, Rachmat Irianto, Hambali Tholib, dan Mochammad Supriadi.

Kunci keberhasil penampilan apik Persebaya terdapat pada regenerasi pemain muda yang tak pernah putus. Bajul Ijo selalu memiliki banyak stok pemain belia yang bisa dipoles hingga menjadi tulang punggung andalan tim.

Hal itu tidak lepas dari faktor keberadaan kompetisi internal Persebaya yang menjadi ajang menempa para pemain muda. Dengan terbiasa berkompetisi, para pemain mudah beradaptasi saat masuk skuat senior.

Fakta ini didukung pula oleh keberadaan pelatih Aji Santoso yang selama ini gemar mengorbitkan pemain muda. Arsitek tim asal Malang itu juga cerdik membaca situasi sehingga tidak kesulitan memenangi pertandingan meski hanya dengan 10 pemain saja.

Madura United

Para pemain Madura United merayakan gol penyeimbang 1-1 ke gawang PSS Sleman yang dicetak striker Mochamad Kevy (bawah) dalam laga Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Selasa (23/3/2021). Madura United menang 2-1 atas PSS Sleman. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Para pemain Madura United merayakan gol penyeimbang 1-1 ke gawang PSS Sleman yang dicetak striker Mochamad Kevy (bawah) dalam laga Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Selasa (23/3/2021). Madura United menang 2-1 atas PSS Sleman. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Situasi yang sama dihadapi oleh Madura United yang juga sempat tertinggal terlebih dahulu saat melakoni pertandingan melawan PSS Sleman, Selasa (23/3/2021). Masalah ini muncul lantaran pelatih Rahmad Darmawan menggunakan formasi 3-5-2 di laga tersebut.

Fachruddin Aryanto dkk. terlihat kesulitan untuk mengembangkan permainan dengan skema itu hingga kebobolan tersebut dahulu di menit ke-19 hasil sepakan bebas Irfan Jaya. Formasi itu juga tidak membuah gol.

Selama babak pertama, tak banyak ancaman yang bisa dilakukan Madura United ke gawang Elang Jawa. Namun, permasalahan ini memang lahir dalam tim sendiri, sehingga solusinya harus dicari cepat saat pertandingan masih berjalan.

Rahmad Darmawan lantas mengganti formasi itu menjadi 4-1-4-1 yang bisa dikembangkan menjadi 4-3-3. Lewat perubahan skema inilah Madura United lantas berhasil menyarangkan dua gol ke gawang PSS Sleman sekaligus mengunci kemenangan 2-1.

Keberadaan Hugo Gomes Jaja sebagai playmaker juga cukup terasa untuk mengatur tempo permainan. Jaja sendiri baru dimasukkan babak kedua menggantikan Slamet Nurcahyo dengan formasi yang lebih terbiasa dimainkan oleh pemain Laskar Sape Kerap.

Pengalaman Rahmad Darmawan sebagai pelatih kondang di tanah air tentu membuat Madura United mampu melakukan perubahan signifikan dalam kondisi tertinggal. Permainan Laskar Sape Kerap juga bisa lebih variatif membongkar pertahanan PSS Sleman.

Pelatih yang akrab disapa RD juga melihat kelebihan stoper Jaimerson Xavier yang memiliki tembakan mematikan. Jaimerson pun didapuk sebagai ksekutor tendangan bebas dan mencetak gol penentu kemenangan di menit ke-88.

Persik Kediri

Striker Persebaya Surabaya, Samsul Arif (kiri) berebut bola dengan bek Persik Kediri, OK John dalam laga Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Selasa (23/3/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Striker Persebaya Surabaya, Samsul Arif (kiri) berebut bola dengan bek Persik Kediri, OK John dalam laga Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Selasa (23/3/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Anomali terjadi dalam pertandingan yang melibatkan Persik Kediri. Mereka unggul jumlah pemain melawan Persebaya. Alih-alih bisa memenangkan pertandingan dengan mudah, Macan Putih justru harus takluk melawan 10 pemain Bajul Ijo.

Pelatih Persik, Joko Susilo, justru berdalih timnya tetap bermain sesuai taktik meski akhirnya kalah di laga ini. Pelatih kelahiran Blora itu beralasan bahwa dirinya masih dalam tahap membangun tim sehingga tidak mencoba membuat alternatif dalam situasi yang menguntungkan.

Padahal, Persik Kediri cenderung bermain monoton dan tidak variatif dalam situasi unggul jumlah pemain. Para pemain Macan Putih terlihat kelelahan harus berlari untuk menembus pertahanan Persebaya.

Upaya umpan panjang dan umpan silang justru menguras tenaga pemain dan dalam kondisi fisik bermasalah. Itu terjadi sepanjang laga. Joko Susilo menyadari bahwa kondisi timnya memang belum seratus persen.

Tak ada perubahan yang coba dibuatnya selama pertandingan untuk menang, meski Joko Susilo menyebut ingin membangun mental juara. Upaya Joko Susilo untuk membangun mental pemenang tidak terlihat selama pertandingan.

Terbukti, permainan mengirim bola umpan silang ke jantung pertahanan lawan tidak berubah dan itu tidak efektif untuk menjebol gawang Persebaya.

Arema FC

Bek Arema FC, Hanif Sjahbandi, mendapatkan pengawalan ketat dari gelandang Barito Putera, Bayu Pradana, dalam pertandingan Piala Menpora 2021. (Bola.com/Arief Bagus)
Bek Arema FC, Hanif Sjahbandi, mendapatkan pengawalan ketat dari gelandang Barito Putera, Bayu Pradana, dalam pertandingan Piala Menpora 2021. (Bola.com/Arief Bagus)

Tim berjulukan Singo Edan ini terancam tidak bisa menembus fase gugur di Piala Menpora 2021. Penyebabnya, mereka baru berhasil mengoleksi satu poin saja dari dua pertandingan yang sudah dijalani di Grup A.

Arema FC sempat berhasil menahan imbang Persikabo 1973 dalam duel pertama, Minggu (21/3/2021). Itu pun mereka susah payah untuk mencetak gol penyama kedudukan yang lahir pada menit ke-82.

Di pertandingan kedua, Arema terpaksa takluk 1-2 dari Barito Putera pada Kamis (25/3/2021). Tim asal Kota Apel itu sebenarnya berkesempatan untuk kembali mengamankan satu poin setelah mendapat hadiah penalti di injury time babak kedua.

Sayang, Bruno Smith yang tampil sebagai eksekutor gagal menunaikan tugasnya. Sepakannya yang mengarah ke kanan gawang Muhammad Riyandi berhasil ditepis. Skor 2-1 untuk Barito Putera membuat Arema gagal menambah koleksi poin.

Dari segi permainan, belum banyak yang bisa dilakukan Arema untuk mampu menjebol gawang lawan meski sudah diisi oleh pemain asing. Hal ini tidak terlepas dari sosok Kuncoro yang menjadi pelatih kepala untuk turnamen pramusim ini.

Selama ini, Kuncoro dikenal sebagai asisten pelatih Arema selama bertahun-tahun. Nampaknya, strategi dan taktik racikan Kuncoro masih belum sesuai untuk skuat yang sebenarnya berisikan banyak pemain berpotensi di Arema.

Saksikan video pilihan berikut ini: