Raport Merah dari BEM UI untuk Sejumlah Menteri Jokowi

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) memberikan rapor merah kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim selama dua tahun menakhodai Kemendikbudristek. BEM UI memberikan nilai E terhadap kinerja Nadiem Makarim selama dua tahun ini.

Mantan Bos Gojek Indonesia itu dianggap telah gagal memberikan jaminan kebebasan akademik di perguruan tinggi. Dengan nilai seperti itu, BEM UI memberikan Nadiem stempel DO alias drop out.

Pemberian nilai diunggah dalam akun resmi BEM UI, Rabu (20/10/2021) merupakan wujud evaluasi kinerja Kabinet Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama Wakil Presiden Maruf Amin. Bukan hanya Nadiem yang mendapatkan nilai E, BEM UI juga mengalamatkan rapor merah kepada sejumlah menteri lain.

Seperti Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud Md, bahkan Ketua KPK Firli Bahuri, dan Jaksa Agung ST Burhanuddin.

Sementara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B Pandjaitan bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi dan instansi Polri sedikit lebih baik, yakni mendapatkan nilai D dengan stempel remedial.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kegagalan 2 Tahun Jokowi Maruf

Dalam catatannya, BEM UI menyoroti kegagalan selama dua tahun masa jabatan kedua Jokowi. Misalnya saya belum tuntasnya menangani korupsi, isu lingkungan dan lainnya.

"Pada tanggal 20 Oktober 2019, Joko Widodo dan Ma’ruf Amin resmi dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019--2024. Sudah dua tahun berlalu sejak Jokowi-Ma’ruf resmi dilantik, tetapi masih kita temukan permasalahan di berbagai sektor yang gagal diselesaikan oleh Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf, mulai dari korupsi, kebebasan berpendapat, lingkungan hidup, HAM, pendidikan tinggi, hingga penanganan pandemi Covid-19.

"Kabinet Indonesia Maju, apakah benar maju?" tulis BEM UI.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel