Rapper Ini Ngetweet Sebelum Bunuh Diri  

TEMPO.CO, Seattle - Freddy Eugene Buhl, penyanyi rap asal Seattle, Amerika Serikat, bunuh diri usai nge-tweet pada Ahad, 6 Januari 2013, waktu Indonesia. Freddy tewas dengan luka tembak yang tak disebutkan di mana lukanya. Rapper berusia 22 tahun ini memiliki kanal di jejaring YouTube yang disebut TV Jerk. Ia punya 127 ribu pengikut di Twitter.

Nick Fletcher, petugas medis dari King County Medical yang memeriksa jasad Freddy, mengtatakan rapper itu tewas bunuh diri. »Namun (jasad) tetap akan kami otopsi untuk memastikan penyebab sebenarnya,” kata dia.

Freddy sebelumnya mengirimkan serial kicauan di akun @Fredt_E. Dalam kicauannya itu ia mengaku telah terjaga selama 69 jam. Dia juga mendokumentasikan pesta pada malam sebelumnya. Dia juga mengaku telah mabuk obat-obatan.

Kemudian Ahad sore, dia mulai mengirim serangkaian kicauan yang berujung kematiannya. "Dan hari saya hancur," dia menuliskan. Dia terus berkicau dan bilang ia mencintai ayahnya, ibunya, dan Katherine. Lalu ini tulisan pesan terakhirnya: "Tuhan... mohon maafkan aku ... Maafkan aku.”

Menurut catatan MTV, ada spekulasi bahwa penyebab utama Freddy bunuh diri adalah putusnya hubungan dia dengan rapper cewek asal Toronto, Kanada, Honey Cocaine. Berdasarkan rumor ini, penggemar Freddy lantas menyalahkan Honey.

Honey Cocaine tentu tak mau disalahkan atas kematian Freddy. Dia bahkan tak mengerti alasan Freddy nekat bunuh diri. "Kami saling mencintai,” kicau Honey melalui akun Twitter-nya. Honey mengatakan keduanya memiliki hubungan erat. Honey semula mengira Freddy bercanda, tapi ternyata benar-benar mati.

Tewasnya Freddy adalah kasus bunuh diri kedua rapper muda dalam dua pekan terakhir. Rapper muda lain, Capital Steez, juga bunuh diri pada Natal lalu. Sama seperti Freddy, Steez meninggalkan pesan terakhir di Twitter. Rapper berusia 19 tahun itu menulis kicauan terakhirnya yang amat singkat, "The End," sebelum ia menemui ajalnya.

NUR ROCHMI | HUFINGTONPOST | MTV

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Apakah kandidat nama cawapres Jokowi yang beredar sekarang sudah sesuai dengan harapan Anda?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat