Ras adalah Kategori Manusia Berdasar Ciri Fisik, Ketahui Bedanya dengan Etnis

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Ras adalah istilah yang kerap ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Ras biasanya dikaitkan dengan karakteristik fisik, seperti tekstur rambut atau warna kulit dan mencakup pilihan yang relatif sempit. Ras adalah konsep yang berkaitan dengan nenek moyang manusia.

Meski biasanya dilihat secara biologis, ras adalah konsep yang tidak memiliki dasar biologis. Beberapa sosiolog percaya bahwa pembagian ras adalah klasifikasi yang lebih didasarkan pada konsep sosiologis daripada prinsip biologis.

Ras adalah konsep yang mulai dikenalkan pada abad ke-18. Selain itu, ras adalah pengetahuan yang kini masih digunakan dalam antropologi forensik (dalam menganalisis sisa tulang), penelitian biomedis dan kedokteran berdasarkan asal usul.

Ras adalah konsep yang berbeda dengan etnis. Istilah ras dan etnis sering digunakan secara bergantian, tetapi, secara umum, artinya berbeda. Berikut pengertian ras dan bedanya dengan etnis, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Sabtu (24/4/2021).

Pengertian ras secara umum

Ilustrasi perbedaan (sumber: Unsplash)
Ilustrasi perbedaan (sumber: Unsplash)

Secara umum, ras adalah kategori umat manusia yang memiliki ciri fisik tertentu yang berbeda. Menurut KBBI, ras adalah golongan bangsa berdasarkan ciri-ciri fisik. Ras juga didefinisikan sebagai rumpun bangsa. Ras adalah kategori individu yang secara turun-temurun terdapat ciri-ciri fisik dan biologis tertentu yang khas.

Menurut Ensiklopedia Britannica, ras adalah gagasan bahwa spesies manusia dibagi menjadi kelompok-kelompok berbeda atas dasar perbedaan fisik dan perilaku yang diwariskan. Ras biasanya dikaitkan dengan biologi dan dikaitkan dengan karakteristik fisik, seperti tekstur rambut atau warna kulit dan mencakup pilihan yang relatif sempit.

Pengertian ras menurut para ahli

Ilustrasi Keberagaman, Perbedaan (Image by Alexandra A life without animals is not worth living from Pixabay)
Ilustrasi Keberagaman, Perbedaan (Image by Alexandra A life without animals is not worth living from Pixabay)

Bruce J. Cohen

Ras adalah kategori individu yang secara turun temurun memiliki ciri-ciri fisik dan biologis tertentu yang sama.

Hortun dan Hunt

Ras adalah suatu kelompok manusia yang agak berbeda dengan kelompok-kelompok lainnya dari segi ciri-ciri fisik bawaan. Disamping itu banyak juga ditentukan oleh pengertian yang digunakan oleh masyarakat.

Alex Thio

Ras adalah sekelompok orang yang dianggap oleh masyarakat memiliki ciri-ciri biologis yang berbeda.

Pengertian ras menurut para ahli

ilustrasi beragam jenis kepribadian |pexels.com/@cottonbro
ilustrasi beragam jenis kepribadian |pexels.com/@cottonbro

Stephen K. Sanderson

Ras adalah suatu kelompok atau kategori orang-orang yang mengidentifikasikan diri mereka sendiri, dan diidentifikasikan oleh orang-orang lain, sebagai perbedaan sosial yang dilandasi oleh ciri-ciri fisik atau biologis.

Gill dan Gilbert

Ras merupakan kelompok orang yang dapat dibedakan berdasarkan ciri-ciri fisik yang diperoleh melewati prosedur reproduksi.

Menurut Banton

Ras adalah suatu ciri peran, perbandingan fisik yang dijadikan kaidah untuk memutuskan peran yang berbeda-beda. Ras dapat diartikan secara fisik dan sosial. Ras secara fisik meliputi kondisi fisik yang tampak, sedangkan secara sosial menyangkut peran dan kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan.

Ras tidak memiliki dasar biologis

Ilustrasi Menerapkan Sikap Toleransi Credit: unsplash.com/PhilCoffman
Ilustrasi Menerapkan Sikap Toleransi Credit: unsplash.com/PhilCoffman

Studi genetika pada akhir abad ke-20 menyangkal keberadaan ras yang berbeda secara biogenetis. Para ilmuwan sekarang berpendapat bahwa ras adalah intervensi budaya yang mencerminkan sikap dan keyakinan tertentu yang diterapkan pada populasi yang berbeda oleh masyarakat barat.

Menariknya, tidak ada dasar biologis untuk klasifikasi ras. Dilansir dari ThoughtCo, anggota dari "ras" yang berbeda biasanya hanya memiliki perbedaan yang relatif kecil dalam morfologi dan dalam genetika. Semua manusia termasuk dalam spesies yang sama. Tetapi variasi genetik kecil memicu penampilan fisik yang bervariasi. Perbedaan inilah yang memunculkan konsep ras.

Meskipun manusia sering dibagi menjadi beberapa ras, variasi morfologis sebenarnya tidak menunjukkan perbedaan besar dalam DNA. DNA dari dua manusia yang dipilih secara acak umumnya bervariasi kurang dari 0,1%. Karena perbedaan genetik ras tidak kuat, beberapa ilmuwan menggambarkan semua manusia sebagai milik satu ras: ras manusia.

Dalam artikel Maret 2020 di jurnal antropologi Sapiens , Alan Goodman, seorang profesor antropologi biologi di Hampshire College di Massachusetts, mencatat bahwa "Ras itu nyata, tetapi bukan genetik,"

Ide tentang "ras" berasal dari para antropolog dan filsuf di abad ke-18, yang menggunakan lokasi geografis dan ciri fenotip seperti warna kulit untuk menempatkan orang ke dalam kelompok ras yang berbeda. Konsep ras tidak hanya membentuk gagasan bahwa ada jenis ras yang terpisah tetapi juga memicu gagasan bahwa perbedaan ini memiliki dasar biologis.

Beda ras dan etnis

Ilustrasi Toleransi Credit: pexels.com/Cres
Ilustrasi Toleransi Credit: pexels.com/Cres

Ras dan etnis biasanya disalahpahami sebagai konsep yang sama. Ras biasanya dilihat secara biologis, mengacu pada ciri fisik seseorang, sedangkan etnisitas dipandang sebagai konstruksi ilmu sosial yang menggambarkan identitas budaya seseorang.

Etnisitas dapat ditampilkan atau disembunyikan, tergantung pada preferensi individu, sementara identitas rasial selalu ditampilkan, pada tingkat yang lebih besar atau lebih kecil. Etnisitas dapat diadopsi, diabaikan, atau diperluas, sedangkan karakteristik ras tidak bisa.

Etnis memiliki subkategori, sedangkan ras tidak lagi memiliki subkategori. Ras juga dapat diidentifikasi sebagai sesuatu yang diwarisi, sedangkan etnis adalah sesuatu yang dipelajari.

Etnisitas adalah istilah yang digunakan untuk budaya orang-orang di suatu wilayah geografis tertentu atau orang-orang yang merupakan keturunan dari penduduk asli wilayah tersebut. Ini mencakup bahasa, kebangsaan, warisan, agama, pakaian, dan adat istiadat mereka

Ras dan etnis bisa tumpang tindih. Misalnya, orang Jepang-Amerika mungkin akan menganggap dirinya anggota ras Jepang atau Asia, tetapi, jika dia tidak terlibat dalam praktik atau adat istiadat nenek moyangnya, dia mungkin tidak mengidentifikasi dengan etnis, sebaliknya menganggap dirinya orang Amerika.