Rasa Eksotis, Dage Kembung Khas Kuningan Laris Manis di Tengah Pandemi Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Kuningan - Tekad dan keinginan Pipit membantu perekonomian keluarga di tengah pandemi Covid-19 menjadi berkah. Pipit adalah salah seorang penjual camilan tradisional khas Kabupaten Kuningan bernama Dage Kembung.

Dage Kembung merupakan salah satu kudapan gurih yang cukup populer di Jawa Barat. Gorengan Dage Kembung ini merupakan camilan khas Desa Ciawi, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Pipit mengatakan, camilan tersebut hanya bisa dijumpai wilayah timur Kabupaten Kuningan. Bahan dasar Dage Kembung terbuat dari oncom merah, dibalut dengan tepung beras dan rempah sehingga membuat rasa bikin ketagihan.

"Biasanya Dage Kembung Kuningan bisa ditemui di tempat saya Desa Ciawi terus adalagi di Desa Gresik dan sekitarnya," ujar Pipit, Jumat (16/10/2021).

Dia mengatakan, dahulu Dage Kembung populer di kalangan masyarakat Kabupaten Kuningan. Namun, seiring berkembangnya inovasi camilan membuat eksistensi Dage Kembung turun.

Namun, Pipit optimis camilan Dage Kembung tak akan habis ditelan zaman. Selama 1,5 tahun berjualan, rata-rata menjual 15 kilogram adonan Dage Kembung dalam sehari.

"Kalau sedang ramai, penghasilan kotor mencapai Rp700 ribu per bulan. Sudah dipotong modal Rp400 ribu," ujar Pipit.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Semua Kalangan

Pipit salah seorang pedagang camilan tradisional Kabupaten Kuningan Jawa Barat bernama Dage Kembung. Foto (Istimewa)
Pipit salah seorang pedagang camilan tradisional Kabupaten Kuningan Jawa Barat bernama Dage Kembung. Foto (Istimewa)

Gorengan Dage Kembung olahan Pipit dijual Rp 500 per buah. Pipit berjualan di Desa Gresik Kecamatan Ciawigebang Kabupaten Kuningan. Tepatnya depan SD Negri Gresik Kabupaten Kuningan Jawa Barat.

Dagangan Pipit cukup laris manis dan banyak disukai oleh segala usia. Untuk melengkapi nikmatnya Dage Kembung, Pipit menawarkan menu lainnya seperti Ketan Goreng, Bakwan, Cireng dengan harga yang sama.

"Sehari bisa habis dua tabung gas kalau jualan. Yang belinya anak-anak, dewasa, jadi tidak tentu," kata dia.

Tak lupa Teh Pipit pun selalu memberikan segelas teh hangat gratis untuk meredakan rasa pedas, apabila pembeli menyantap Dage Kembung bersama saos pedas, atau sambal yang disediakan cuma-cuma untuk teman makan Dage Kembung.

"Iya makanan goreng Dage Kembung itu, sudah ada sejak Saya masih kecil, dan yang di sini rasanya gurih, jadi saya suka beli ke sini," ujar Aris, warga Ciawi.

Untuk Warung Dage Kembung Teh Pipit sendiri, buka pada pukul 8.30 WIB hingga malam hari, di Jalan Gresik, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel