Rasakan 7 Gejala Ini? Berarti Kamu Pernah Terinfeksi COVID-19

Rochimawati, Sumiyati
·Bacaan 2 menit

VIVAVirus corona atau COVID-19 cenderung meninggalkan dampak panjang pada penderitanya. Dalam istilah medis, orang yang menderita efek jangka panjang COVID-19 disebut long hauler COVID-19, yang masih saja merasakan dampak dari virus ini meski telah sembuh.

Mengingat fakta beberapa pasien COVID-19 dapat tertular virus dan sembuh dalam waktu singkat, berikut beberapa tanda yang menunjukkan kamu pernah mengidap COVID-19 dan menjadi korban long COVID, dilansir Times of India.

Sesak napas atau dispnea

Sesak napas merupakan salah satu gejala umum COVID-19. Namun, ini juga bisa menjadi gejala menetap pada pasien yang telah sembuh dari COVID-19. Menurut Mayo Clinic, Sars-CoV-2 dapat menyebabkan kerusakan pada kantung udara kecil di paru-paru, yang dapat menyebabkan masalah pernapasan jangka panjang.

Batuk kering

Dalam banyak penelitian besar, pasien long COVID mengeluh menderita batuk dalam jangka waktu yang lama setelah sembuh. American Lung Association mengklaim, COVID-19 dapat menyebabkan kerusakan serius pada paru-paru, itulah sebabnya batuk kering dapat bertahan dalam jangka waktu lama. Namun sebaliknya, batuk mungkin masih menjadi gejala yang menetap tanpa adanya kemungkinan kerusakan pada organ pernapasan.

Kelelahan

Kelelahan pada pasien COVID-19 berbeda dengan yang kita rasakan sehari-hari. Kelelahan terkait COVID-19 tidak hanya memengaruhi aktivitas fisik, tetapi juga menghilangkan kemampuan mental berfungsi secara normal.

Sakit dada

Menurut Mayo Clinic, penderita long COVID juga mungkin mengalami sensasi tajam dan menyengat di dalam dan sekitar area dada. Ini mencerminkan peradangan yang disebabkan oleh dinding dada oleh infeksi Sars-CoV-2.

Kehilangan indra penciuman dan pengecap (anosmia)

Salah satu gejala COVID-19 paling tidak biasa adalah anosmia. Meksipun gejala ini lazim di antara orang yang terinfeksi virus, beberapa pasien long COVID mengklaim gejala ini masih tetap ada meski mereka telah dinyatakan negatif COVID-19.

Palpitasi jantung

Palpitasi jantung adalah perasaan seperti jantung berdebar cepat, bergetar atau berdebar-debar. Menurut penelitian yang diterbitkan JAMA Cardiology, 78 persen pasien COVID-19 yang pulih mengklaim mengalami 'keterlibatan jantung'.

Sementara 60 persen lainnya mengalami peradangan miokard yang sedang berlangsung. Selain itu, bahkan ada yang mengeluh menghadapi masalah terkait jantung lainnya.

Kebingungan mental atau kabut otak

Pasien COVID-19 juga melaporkan gejala neurologis. Sesuai penelitian yang diterbitkan dalam bentuk pracetak di medRxiv, 58 persen pasien long COVID melaporkan tanda-tanda kabut otak atau kebingungan mental. Selain itu, kondisi neurologis lain seperti hilang ingatan dan kurang tidur juga ikut muncul.