Rasialisme dan Ujaran Kebencian di Liga Inggris Makin Menjadi-jadi, Korban Terbaru Manajer Newcastle

·Bacaan 1 menit

Bola.com, Jakarta - Manajer Newcastle United, Steve Bruce mengungkap ujaran kebencian yang menimpanya. Kasusnya lebih parah karena pelaku menginginkannya mati.

Pelatih berusia 60 tahun itu memang tidak menggunakan media sosial. Namun, ia mendapat informasi dari anak-anaknya.

"Saya tidak memakai media sosial, tetapi tentu saja orang-orang yang dekat dengan saya memberi tahu dan mereka sensitif terhadap ayah mereka, tentu saja. Ya, saya harus mengatasinya," kata Bruce.

Bruce tengah dikritik menyusul penampilan Newcastle yang belum konsisten. Newcastle terdampar di baban bawah, hanya dua setrip dari zona degradasi.

"Kita harus mengawasi lebih baik dan ada beberapa orang yang rentan di luar sana. Itu benar-benar dan sangat keji. Beberapa hal yang pernah saya alami tidak senonoh. Anda merasakan kebencian dan sesuatu harus dilakukan," katanya.

Bruce berharap ada tindakan yang nyata dari Premier League dan pemerintah Inggris agar hal itu tidak terjadi lagi.

"Untuk semua orang, perusahaan-perusahaan besar, ini harus diawasi dengan lebih baik dan mencari tahu siapa pelaku yang mengirimkan pelecehan keji ini dan mereka harus dihukum," harapnya.

Hukuman Tegas

Manajer Everton Carlo Ancelotti (kiri) berteriak di samping pelatih kepala Newcastle United Steve Bruce pada pertandingan Liga Inggris di Goodison Park, Liverpool, Inggris, Sabtu (30/1/2021). Newcastle United menang 2-0. (Clive Brunskill/Pool via AP)
Manajer Everton Carlo Ancelotti (kiri) berteriak di samping pelatih kepala Newcastle United Steve Bruce pada pertandingan Liga Inggris di Goodison Park, Liverpool, Inggris, Sabtu (30/1/2021). Newcastle United menang 2-0. (Clive Brunskill/Pool via AP)

Ditanya detail mengenai pelecehan itu, Bruce makin kesal karena hatersnya berharap dia mati.

"Pelecehan yang saya alami, ancaman pembunuhan dan semua hal semacam ini. Saya melihat wasit menjadi sasaran karena telah membuat kesalahan, orang-orang mengancam hidupnya, itu benar-benar keji dan sangat konyol," tegasnya.

"Saya tidak yakin seberapa jauh pelecehan itu terjadi. Saya hanya tahu bahwa dalam percakapan dengan keluarga saya selama beberapa hari terakhir ketika kami membicarakan tentang situasi wasit Mike Dean, saya perhatikan mirip seperti itu," katanya.

"Ini benar-benar hal yang mengerikan, yang membuat saya tidak bisa bernapas, sungguh, hal-hal seperti seseorang mengatakan mereka berharap saya mati karena COVID dan semua ini."

Sumber: Sportsmole

Saksikan video pilihan berikut ini: