Ratri akui regenerasi pebulu tangkis SL4 putri masih minim

·Bacaan 1 menit

Pebulu tangkis elite Indonesia Leani Ratri Oktila mengatakan regenerasi pebulu tangkis putri, khususnya untuk klasifikasi SL4 masih minim.

Untuk itu, dia sangat berharap adanya Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua bisa melahirkan pebulu tangkis yang bisa melanjutkan perjuangannya mengharumkan nama bangsa dan negara di pentas internasional.

"Saya senang banget karena banyak wajah-wajah baru yang tampil di Peparnas Papua, karena selama ini di Pelatnas kesulitan dan banyak yang sudah tidak muda lagi," kata Ratri di GOR Cenderawasih, Kota Jayapura, Jumat.

"Regenerasi untuk putra banyak sekali. Yang kesulitan itu pada sektor putri untuk SL4. Kalau SL3 dan SU5 itu masih ada beberapa," ujar Ratri.

Baca juga: Leani Ratri nilai kebijakan Peparnas Papua baik untuk regenerasi atlet

Ratri mengatakan olahraga disabilitas kini makin populer seiring perhatian pemerintah pusat yang menyetarakan atlet disabilitas dan non-disabilitas. Terlebih lagi prestasi Indonesia di ajang dunia diperhitungkan seperti di Paralimpiade Tokyo 2020.

Ketika itu, Indonesia meraih dua emas, tiga perak, dan empat perunggu dalam pesta olahraga disabilitas terbesar di dunia tersebut dan Ratri menjadi sosok dibalik kesuksesan tersebut.

Ratri sukses membawa pulang dua medali emas dari cabang olahraga bulu tangkis, masing-masing pada nomor ganda putri SL3-SU5 bersama Khalimatus Sadiyah dan ganda campuran SL3-SU5 bersama Hary Susanto.

Dalam ajang Peparnas Papua, Ratri turun membela kontingen Riau. Sebagai atlet elite, dia hanya turun pada satu nomor yakni tunggal putri SL4.

Baca juga: Ikuti jejak legenda, Ratri ingin bangun fasilitas olahraga di Solo
Baca juga: Presiden bertukar kenang-kenangan dengan Leani Ratri Oktila
Baca juga: Leani Ratri Oktila terima bonus Rp13,5 miliar dari pemerintah

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel