Ratu Elizabeth II Diminta Istirahat Minimal 2 Minggu dan Tak Lakukan Kunjungan Resmi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ratu Inggris Elizabeth II telah diberitahu oleh dokter untuk beristirahat setidaknya selama dua minggu ke depan. Ia juga tidak diperkenankan melakukan kunjungan resmi, Istana Buckingham mengatakan dalam sebuah pernyataan Jumat, 29 Oktober 2021.

Dikutip dari laman CNN, Sabtu (30/10/2021), pengumuman itu muncul lebih dari seminggu setelah Ratu menghabiskan malam di rumah sakit untuk apa yang digambarkan seorang juru bicara pada saat itu sebagai "penyelidikan awal."

"Dokter Yang Mulia telah menyarankan bahwa dia harus terus beristirahat setidaknya selama dua minggu ke depan. Para dokter telah menyarankan bahwa Yang Mulia dapat terus melakukan tugas ringan di meja selama waktu ini, termasuk beberapa audiensi virtual, tetapi tidak untuk melakukan setiap kunjungan resmi," kata istana dalam pernyataannya, Jumat.

"Yang Mulia menyesal bahwa ini berarti dia tidak dapat menghadiri Festival Peringatan pada hari Sabtu, 13 November. Namun, Ratu tetap berniat untuk hadir pada Layanan Peringatan Nasional pada Hari Minggu, pada 14 November."

Istana mengumumkan bahwa Ratu tidak akan membuat penampilan yang direncanakan pada resepsi malam untuk para pemimpin dunia yang akan menjadi tuan rumah di KTT COP26 minggu depan, dan sebaliknya akan membuat pidato video. Sebagai kepala negara, mewakili negaranya adalah bagian penting dari peran konstitusional Ratu.

Ia juga harus membatalkan penampilan langsungnya di pertemuan para pemimpin dunia terbesar yang pernah berlangsung di tanah Inggris akan mengecewakan Ratu. Ratu merekam pidato COP26 Jumat sore, 29 Oktober 2021, yang akan ditampilkan di konferensi pada Senin, 1 November 2021.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tetap Bersemangat

Ratu Inggris Elizabeth II saat menghadiri peresmian jembatan Queensferry, Skotlandia, Minggu (4/9). Pembangunan jembatan ini telah menghabiskan lebih dari 22,6 Triliun rupiah. (Andrew Milligan/PA via AP)
Ratu Inggris Elizabeth II saat menghadiri peresmian jembatan Queensferry, Skotlandia, Minggu (4/9). Pembangunan jembatan ini telah menghabiskan lebih dari 22,6 Triliun rupiah. (Andrew Milligan/PA via AP)

Seorang sumber kerajaan mengatakan kepada CNN bahwa Ratu "tetap bersemangat" dan melanjutkan "tugas ringan." Saran itu adalah "tindakan pencegahan yang masuk akal" dari petugas medis.

Ratu telah membatalkan perjalanan ke Irlandia Utara minggu lalu setelah saran medis untuk lebih banyak beristirahat, tetapi melanjutkan "tugas ringan", termasuk dua audiensi virtual dengan duta besar Korea Selatan dan Swiss untuk Inggris.

Sebuah sumber yang dekat dengan istana mengatakan kepada CNN pada saat dia menginap di rumah sakit minggu lalu "tidak terkait dengan Covid." Dia kembali ke Kastil Windsor "dalam semangat yang baik" setelah satu malam, kata istana. Istana belum mengungkapkan rincian apa pun tentang kesehatan Ratu, tetapi secara konsisten menekankan Ratu dalam semangat yang baik dan mampu melakukan beberapa tugas.

Tolak Penghargaan

Gaun bermotif floral yang dikenakan Ratu Elizabeth II saat bertemu Joe Biden diduga persembahan untuk cicitnya, Lilibet. (Foto: Instagram.com/The Royal Family)
Gaun bermotif floral yang dikenakan Ratu Elizabeth II saat bertemu Joe Biden diduga persembahan untuk cicitnya, Lilibet. (Foto: Instagram.com/The Royal Family)

Pada Kamis, 28 Oktober 2021, istana merilis cuplikan dari panggilan video pada hari sebelumnya. Dalam klip itu, dia bercanda dengan pemenang Medali Emas Ratu 2020 untuk Puisi, David Constantine, yang menerima medalinya di Istana Buckingham. Awal bulan ini, Ratu membuat keputusan untuk menggunakan tongkat jalan di depan umum untuk pertama kalinya "untuk kenyamanan."

Sementara Ratu tampaknya menyerahkan tur jarak jauh kepada anggota keluarga lainnya. Namun, dia bepergian secara luas ke seluruh Inggris, lebih dari 1.000 kilometer atau 621 mil dari 1 Oktober hingga 19 Oktober 2021.

Pekan lalu, dia menolak penghargaan sebagai "Oldie of the Year" oleh majalah Inggris, dengan mengatakan dia tidak memenuhi "kriteria yang relevan." Dia "dengan sopan tapi tegas" menolak penghargaan itu melalui asisten sekretaris pribadinya dengan "harapan terbaik."

Infografis Prosesi Pemakaman Pangeran Philip

Infografis Prosesi Pemakaman Pangeran Philip. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Prosesi Pemakaman Pangeran Philip. (Liputan6.com/Trieyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel