Ratu Hemas Minta Pelantikan Sultan Tak Dikepung

TEMPO.CO, Yogyakarta- Permaisuri Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Kanjeng Ratu Hemas, meminta semua elemen masyarakat Yogyakarta menyaksikan pelantikan Sultan sebagai Gubernur DI Yogyakarta periode 2012-2017 melalui siaran langsung televisi. Masyarakat diminta tak datang ke Istana Gedung Agung tempat berlangsungnya pelantikan.

»Masyarakat sebaiknya tidak perlu datang langsung ke Gedung Agung menyaksikan pelantikan. Karena ini sudah hajat pemerintah pusat, sehingga berlangsung di Gedung Agung,” kata Hemas, Selasa 9 Oktober 2012.

Ia mengatakan, Keraton tidak mempermasalahkan pemindahan lokasi pelantikan. Sebelumnya, pelantikan direncanakan di Keraton Yogyakarta. "Pelantikan itu menurut undang-undang merupakan hak dan kewenangan pemerintah pusat untuk mempersiapkan. Jadi tidak ada masalah kalau dipindahkan," kata dia.

Sebelumnya, banyak masyarakat kecewa karena lokasi pelantikan dipindahkan. Karena lokasi pelantikan di Gedung Agung, masyarakat tidak punya akses. Elemen pendukung penetapan DIY Sekretariat Bersama sempat menyatakan akan nekat datang ke lokasi pelantikan dan menggelar lesehan mengitari kompleks Gedung Agung.

Namun kerabat Keraton yang juga anak menantu Sultan, Kanjeng Raden Tumenggung Purbadiningrat, meminta masyarakat menyalurkan dukungan pelantikan itu dengan cara lebih teratur. »Kami meminta masyarakat yang ingin menyaksikan pelantikan tidak dengan cara berkumpul atau mengadakan aksi di Gedung Agung. Tetapi dengan berkumpul di Pagelaran Keraton yang dipasangi televisi layar lebar untuk nonton bareng,” kata dia.

PRIBADI WICAKSONO | PITO AGUSTIN RUDIANA

 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.