Ratusan buruh Jawa Barat tolak kenaikan BBM

MERDEKA.COM. Sekitar 500 orang buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Sejahtera Indonesia 1992 (SBSI) melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Bandung. Mereka menolak rencana pemerintah yang akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Menurut Koordinator aksi, Asep Djamaludin kenaikan harga BBM, hanya akan menambah beban rakyat kecil. "Kami dengan tegas menolak kebijakan rencana kenaikan harga BBM yang diprediksi sebesar Rp 1.000-1.500/liter," katanya di sela aksi, Kamis (23/5).

Kenaikan itu juga kata dia akan memicu kenaikan harga barang kebutuhan pokok. Dengan kondisi itu hanya akan menyengsarakan kaum buruh. Padahal di kalangan buruh upah tidak pernah layak.

"Kenaikan tidak pernah signifikan dan mendasar pada kebutuhan buruh lajang," ujarnya. Kondisi itu tidak sebanding untuk mencukupi kebutuhan pokok menghadapi berbagai kenaikan harga bahan pokok.

Adapun kompensasi yang diberikan melalui bantuan langsung, bahwa pemerintah mencerminkan kebijakan politik yang menutupi kebobrokan dari pemerintah dalam mengelola negara.

Jadi menurutnya keputusan menaikkan harga BBM tersebut dinilai tidak tepat. Indonesia merupakan salah satu negeri penghasil minyak mentah di dunia. Tapi 90 persen sumber energi sudah dikuasai korporasi asing.

"Dengan kandungan minyak tersebut, seharusnya pemerintah bisa mengendalikan harga minyak sendiri," ujarnya.

Dia berharap dengan aksi yang dilakukan dari berbagai elemen buruh bisa tergerak untuk membatalkan kenaikan. "Dengan adanya penekanan yang dilakukan rakyat kecil semoga berhasil membatalkan kebijakan yang tidak berpihak," katanya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.