Ratusan Demonstran Beraksi di Dekat Gedung Putih Saat Penghitungan Suara Pemilu Amerika

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Washington D.C- Penghitungan suara dalam pemilihan presiden Amerika Serikat 2020 masih berlangsung hingga saat ini.

Di tengah momen itu, lebih dari 1.000 orang yang memprotes Presiden Amerika Serikat Donald Trump berkumpul di area Black Lives Matter Plaza pada Selasa malam yang berlokasi hanya satu blok dari Gedung Putih, seperti dikutip dari Associated Press, Rabu (4/11/2020).

Ratusan demonstran lainnya tampak melalui bagian-bagian pusat kota Washington. Mereka dilaporkan memblokir lalu lintas dan menyalakan kembang api dalam beberapa saat.

Aksi protes lainnya juga terjadi di Kota Seattle hingga New York.

Meskipun demikian, seluruh Amerika Serikat tidak menyaksikan tanda-tanda kekerasan serius atau kerusuhan yang meluas beberapa jam setelah pemungutan suara ditutup, dengan hasil yang masih belum diketahui.

Demonstrasi di Ibu Kota Washington D.C pun sebagian besar berlangsung damai.

Dalam demonstrasi tersebut, para demonstran terdengar menyebutkan: "Jalan siapa? Jalanan kita! " dan "Jika kita tidak mendapatkan keadilan, mereka tidak akan mendapatkan kedamaian!"

Sekelompok remaja yang berada dalam demonstrasi itu tampak menari di jalan-jalan. Namun, ada juga sejumlah demonstran yang tidak bertanggung jawab yang menikam ban mobil polisi yang diparkir untuk merusaknya.

Sementara itu, ratusan orang dalam demonstrasi anti-Trump di Portland, Oregon, dan Seattle, tampak berbaris dengan beberapa yang telah ditangkap oleh pihak berwenang setempat.

Persiapan Pasukan Garda Nasional di Negara Bagian Oregon

Foto 11 Maret 2020, Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat (AS). Presiden AS Donald Trump pada Rabu (11/3) mengatakan negaranya akan menangguhkan semua perjalanan dari negara-negara Eropa, kecuali Inggris, selama 30 hari dalam upaya memerangi virus corona Covid-19. (Xinhua/Liu Jie)
Foto 11 Maret 2020, Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat (AS). Presiden AS Donald Trump pada Rabu (11/3) mengatakan negaranya akan menangguhkan semua perjalanan dari negara-negara Eropa, kecuali Inggris, selama 30 hari dalam upaya memerangi virus corona Covid-19. (Xinhua/Liu Jie)

"Seperti inilah demokrasi itu," ujar sejumlah demonstran di Portland, di mana penyelenggara mengatakan demonstrasi akan berjalan secara damai dan terlepas dari hasil pemilihan presiden, mereka akan terus memprotes untuk mendukung keadilan rasial.

Disebutkan Kantor sheriff di Portland, terdapat beberapa demonstran yang secara terbuka membawa senjata.

Untuk mengantisipasi kekerasan, Gubernur Negara Bagian Oregon, Kate Brown telah menyiapkan pasukan Garda Nasional.

Hal itu dilakukan mengingat Portland telah menghadapi aksi protes hampir setiap malam sejak kematian warga keturunan Afrika-Amerika George Floyd dalam penangkapan seorang petugas polisi di Minneapolis pada Mei 2020.

Sementara itu, Wali Kota Portland Ted Wheeler menyatakan di Twitter bahwa "Tidak akan ada toleransi untuk kekerasan, intimidasi, atau aksi kriminal", dan orang-orang harus dipastikan dalam keadaan "aman saat menggunakan suara untuk mendukung perspektif mereka".

Di Seattle, kepolisian kota tersebut mengatakan bahwa pihaknya telah menangkap beberapa orang, termasuk seseorang yang memasang paku di jalanan dan satu orang lagi yang melewati keramaian dan masuk ke jalur sepeda polisi.

Diketahui bahwa ratusan bisnis dan pertokoan di seluruh Amerika Serikat telah menutup pintu dan jendela mereka menjelang Hari Pemilu, karena khawatir pemungutan suara dapat memicu kekerasan.

Wali Kota Washington, Muriel Bowser mengungkapkan bahwa ia belum pernah menyaksikan begitu banyak bisnis yang ditutup

"Itu semua membuatku sedih," ungkap Bowser.

Peta Hasil Pemilu AS 2020

Saksikan Video Berikut Ini: