Ratusan Dokumen Rahasia NATO Bocor dan Dijual Peretas di Situs 'Pasar Gelap'

Merdeka.com - Merdeka.com - Staf Umum Angkatan Bersenjata Portugal (EMFGA) mengalami serangan siber yang menyebabkan kebocoran sejumlah dokumen rahasia NATO. Dokumen-dokumen yang bocor itu dijual peretas ke dark web atau situs 'pasar gelap.

Pemerintah Portugal tidak mengetahui peretasan itu sebelum intelijen Amerika Serikat (AS) menginformasikan mereka, seperti laporan kantor berita Portugal, Diario de Noticias.

"Serangan siber ini berlangsung lama dan tidak terdeteksi serta menggunakan bot yang diprogram untuk mendeteksi jenis dokumen," ungkap salah satu sumber, dikutip dari laman Russia Today, Jumat (9/9).

Peretasan pada Agustus lalu terjadi saat NATO sedang menyelidiki peretasan perusahaan rudal MBDA. Peretas diyakini menjual cetak biru senjata yang digunakan Ukraina saat berperang dengan Rusia di dark web.

Intelijen AS mengetahui adanya peretasan ketika menemukan ratusan dokumen rahasia NATO dijual di dark web. Setelah itu, intelijen AS segera menginformasikan temuan mereka kepada Perdana Menteri Portugal, Antonio Costa.

Setelah dilakukan penelusuran, EMFGA menemukan komputer yang diretas. Pemerintah Portugal mengklasifikasi peretasan ini sebagai ancaman yang sangat serius.

Meski dianggap serius, namun juru bicara kedutaan AS di Lisbon, Portugal enggan mengonfirmasi atau menyangkal laporan peretasan itu.

Kredibilitas Portugal sebagai anggota pendiri NATO pun dipertanyakan setelah adanya insiden ini. NATO juga menuntut pertanggung jawaban pemerintah Portugal.

Pejabat yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan Portugal akan "bekerja tiap hari agar kredibilitas Portugal, sebagai anggota pendiri Aliansi Atlantik, tetap utuh".

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]