Ratusan Ibu-ibu Mengamuk di Warung Remang-remang

Tribunnews.com, LAHAT  - Amarah ratusan ibu rumah tangga (IRT) tak terbendung lagi ketika mendapati warung remang-remang yang ada di ujung desa tetap tidak dibongkar, Rabu (13/3/2013) sekitar pukul 17.50.

Mereka beramai-ramai melempari warung itu menggunakan batu, serta membokar dinding dan membakar sejumlah barang. Bahkan dua orang wanita yang diduga pekerja seks komersial (PSK) nyaris saja dihajar, jika tidak segera diamankan pihak kepolisian.

Dari pantauan Sripoku.com, ratusan IRT dari Desa Gunung Kembang Kecamatan Merapi Timur Kabupaten Lahat, langsung mendatangi warung remang-remang yang ada di tepi Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Lahat-Muaraenim. Mereka sangat marah mengetahui warung yang dianggap tempat prostitusi tersebut masih berdiri, padahal sehari sebelumnya sudah diperingatkan untuk dibongkar.

Tanpa dikomando, mereka dengan beringas melempari pondok berukuran sedang tersebut dengan batu. Sehingga membuat beberapa bagian jebol, seperti dinding dan atap.

Seolah tak puas kaum ibu tersebut langsung masuk ke dalam warung, dan mengeluarkan isinya seperti botol minuman keras serta kasur dan bantal. Mereka langsung memecahkannya, dan membakar bantal di tepi jalan.

Saat itu masih ada dua orang wanita berpakaian seksi yang diduga pekerja seks komersial, terperangkap di dalam warung. Keduanya  menjadi sasaran caci maki, dan nyaris saja diamuk massa.

Namun kedua wanita itu masih bisa diamankan petugas kepolisian dan TNI yang datang, hingga tidak terjadi tindakan penganiayaan.

Merasa kesal, massa kemudian memilih membokar dinding warung, serta kamar di bagian belakang yagn diduga dijadikan tempat mesum.

Aksi tersebut sempat membuat macet arus lalulintas dari arah Muaraenim menuju Lahat dan sebaliknya. Sebab banyak pengendara serta warga yang berdiri di tepi jalan, menyaksikan aksi kaum ibu yang ingin membongkar warung remang-remang. Namun tidak berlangsung lama, setelah diatur polisi.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.