Ratusan IKM Jatim ikuti workshop e-Smart Kemenperin

·Bacaan 2 menit

Sedikitnya 300 pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Jawa Timur mengikuti rangkaian workshop e-Smart yang digelar Kementerian Perindustrian di Surabaya, tujuannya mempercepat tumbuhnya 6,1 juta UMKM digital di Tanah Air.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih di Surabaya, Senin mengatakan, workshop juga digelar di berbagai daerah.

Adapun materi workshop, berupa pembuatan konten video pemasaran daring, tip dan trik pembuatan foto produk, pemanfaatan marketplace untuk pemasaran dan dalam rangka pengadaan barang dan jasa pemerintah, serta mengenai sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan Pasar Digital BUMN.

"Tahun ini kami menargetkan pemberian edukasi, pelatihan, dan pendampingan e-business kepada 4.000 pelaku IKM di Tanah Air," kata Gati, kepada wartawan di Surabaya.

Ia menjelaskan, rangkaian workshop digelar di Jawa Timur pada 21 Juni 2021 dan Daerah Istimewa Yogyakarta pada 22 Juni 2021.

Sebagai pembuka, workshop e-Smart IKM Provinsi Jawa Timur diikuti oleh 300 IKM, dimana 100 peserta hadir secara luring, dan 200 peserta hadir secara daring

"Pelaku IKM yang ikut berasal dari sektor komoditas logam, permesinan, elektronik, kelistrikan, alat angkut, alat kesehatan & alat masak dari logam/elektronika," katanya.

Sementara itu, workshop e-Smart IKM Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta diikuti oleh 250 IKM, dimana 50 peserta hadir secara luring dan 200 peserta hadir secara daring.

"Pelaku IKM yang ikut berasal dari komoditas mainan, alat olahraga, alat musik, kerajinan, fesyen, homecare, alat musik, pakaian bayi, perlengkapan kebersihan dan makan," katanya.

Gati mengatakan workshop e-Smart IKM ini bekerja sama dengan marketplace Blibli dan Shopee, Surveyor Indonesia, Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi, serta Pasar Digital Kementerian BUMN.

"Sebagai tindak lanjut workshop, nantinya peserta akan mendapatkan bimbingan langsung oleh tim dari marketplace, workshop kebijakan pemerintah, workshop bisnis digital dan manajemen bisnis," tuturnya.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang yang membuka workshop secara virtual mengatakan, kegiatan ini untuk mempercepat transformasi proses bisnis dari tradisional menuju digital, sehingga Kementerian Perindustrian secara konsisten memberdayakan pelaku industri kecil dan menengah melalui program e-Smart IKM.

"Program ini telah berjalan sejak 2017 dan telah melatih 13.184 pelaku IKM di seluruh Indonesia, untuk masuk dan menjalankan pemasaran digital melalui marketplace yang ada," katanya.

Agus mengatakan, industri Indonesia akan lebih berdaya saing melalui implementasi program Making Indonesia 4.0. Salah satu prioritasnya memberdayakan industri kecil dan menengah agar maksimal memanfaatkan teknologi digital dan menjalankan proses bisnis digital (e-business).

Hal ini sejalan dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia yang diluncurkan Presiden Joko Widodo pada 2020.

Gerakan tersebut menjadi gerakan bersama pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mencintai dan membeli produk lokal.

Dalam gerakan tersebut, pemerintah menargetkan 6,1 juta UMKM onboarding atau masuk ke ranah digital di marketplace pada tahun 2021 ini.

“Sebab itu, kami mengajak pelaku IKM untuk aktif menggunakan e-business dan pemasaran digital untuk menciptakan peluang usaha yang lebih besar,” kata Agus.

Baca juga: Presiden berharap IKM Jatim berkembang dengan Tol Pasuruan-Probolinggo
Baca juga: Kemeperin dorong pelaku IKM Jatim melek teknologi
Baca juga: IKM Jatim terima hibah mesin pengolahan mamin dari Jepang

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel