Ratusan Jawara di Bekasi Laporkan Oknum Ormas Penghina Suku Betawi

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Ratusan orang dari berbagai ormas Betawi menyambangi Polres Metro Bekasi Kota, Kamis (14/10/2021) siang, untuk melaporkan dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan seorang anggota ormas berinisial V.

Dengan berjalan kaki, ratusan jawara dengan pakaian khas Betawi tersebut menyambangi kantor polres. Mereka mengadukan penghinaan terhadap suku Betawi yang dilakukan V, berdasarkan rekaman video yang viral di media sosial.

Dalam rekaman tersebut memperlihatkan aksi pelaku yang sedang menganiaya seorang pria, di salah satu lokasi proyek pembangunan di Jalan Raya Kalimalang, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Rabu 13 Oktober 2021.

Selain melakukan penganiayaan, pelaku juga menyebutkan kata-kata yang menghina suku Betawi dengan nada penuh emosi. Pria yang menjadi korban penganiayaan hanya terdiam selama dimaki-maki dan dianiaya pelaku.

Video yang diunggah ke media sosial tersebut langsung viral dan mendapat banyak kecaman masyarakat Betawi. Bahkan, tak sedikit jawara Betawi yang mengancam dan mencari-cari pelaku.

Hal ini kemudian ditindaklanjuti sejumlah ormas Betawi dengan melaporkan pelaku atas dugaan pencemaran nama baik.

"Ada oknum yang berbuat tidak menyenangkan terhadap orang Betawi. Jadi jangan sampai nanti berlarut-larut, timbul masalah yang lebih besar," kata Ketua Umum Jawara Jaga Kampung (Jajaka Nusantara), Damin Sada.

Berharap Segera Ditangkap

Tokoh Betawi senior itu mengatakan, pihaknya bersama ormas Betawi lainnya sepakat melaporkan V agar kasus ini secepatnya diusut pihak kepolisian.

"Jadi karena ini negara hukum, ya kita serahkan kepada hukum. Jadi silahkan nanti hukum yang berjalan," ujar Damin.

Pihaknya berharap polisi bisa segera menangkap pelaku yang dinilai sudah sangat melukai dan membuat gaduh di kalangan masyarakat Betawi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel