Ratusan Juta Orang di Timur Tengah Terancam Kelaparan karena Perang Rusia-Ukraina

Merdeka.com - Merdeka.com - Ratusan juta orang terancam kelaparan parah dalam beberapa bulan ke depan karena kemiskinan ekstrem, kesenjangan, dan kerentanan pangan akibat perang Rusia-Ukraina. Peringatan ini disampaikan Komite Palang Merah (ICRC) pada Selasa.

Dirjen ICRC, Robert Mardini menyampaikan, kelaparan ini akan dirasakan warga di sebagian wilayah Afrika dan Timur Tengah setelah terjadinya guncangan sistem keuangan, kelangkaan energi dan makanan.

Mardini mengatakan, konflik di Ukraina menyebabkan meroketnya harga bahan bakar, pupuk, dan makanan. Ini semakin mencekik perekonomian masyarakat dan pengeluaran mereka semakin besar.

Sampai saat ini belum ada solusi skala besar untuk mengurangi dampak perang khususnya pada populasi yang sangat bergantung pada ekspor gandum dari Rusia dan Ukraina.

"Kita menghadapi situasi kerentanan pangan global yang mendesak dan semakin memburuk khususnya di wilayah Afrika dan Timur Tengah," jelas Mardini, dikutip dari Al Arabiya, Rabu (13/7).

"Konflik bersenjata, ketidakstabilan politik, ancaman iklim, dan dampak sekunder pandemi Covid-19 telah memperlemah kemampuan untuk bertahan dan pulih dari guncangan."

Perang Rusia-Ukraina, lanjut Mardini, telah membuat situasi yang memang telah kritis semakin memburuk.

Dia menambahkan, tanpa upaya bersama dan kolaboratif, ancaman bisa menjadi krisis kemanusiaan besar dengan nyawa manusia yang menjadi taruhannya. Negara-negara seperti Suriah, Yaman, Mali, Ethiopia, Somalia, dan Afghanistan akan sangat merasakan dampak krisis ini.

Di Somalia, jumlah anak di bawah usia lima tahun yang menderita gizi buruk dengan komplikasi medis naik hampir 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Naiknya harga makanan memaksa banyak keluarga memberhentikan anak-anak mereka sekolah karena mereka tidak mampu membiayai mereka.

Harga sereal di Afrika melonjak karena terhentinya ekspor dari Ukraina. Rusia dan Ukraina menyumbang 25 persen produksi gandum dunia, sementara sekitar 85 persen pasokan gandum Afrika diimpor. Sebanyak 90 persen pasokan gandum di Somalia diimpor dari Rusia dan Ukraina.

Di Yaman, setelah perang sipil yang berlangsung bertahun-tahun, lebih dari 50 persen populasi atau 16 juta orang mengalami kekurangan pangan parah.

Diperkirakan 346 juta orang di Afrika menghadapi kekurangan pangan parah, sedangkan hampir 10 juta orang di Sudan dan 7 juta orang di Sudan Selatan juga mengalami kekurangan pangan.

ratusan juta orang di timur tengah terancam kelaparan karena perang rusia-ukraina
ratusan juta orang di timur tengah terancam kelaparan karena perang rusia-ukraina

Sebelum perang Rusia-Ukraina, 90 persen populasi Suriah hidup dalam kemiskinan, dua sepertiga populasi bergantung pada bantuan kemanusiaan, dan 55 persen mengalami kekurangan pangan.

Di Afghanistan, harga tepung terigu naik 47 persen dari tahun lalu, sementara harga minyak goreng naik 37 persen. Sebagian besar impor gandum Afghanistan datang dari Kazakhstan, yang membatasi ekspor karena konflik di Ukraina.

Program Pangan Dunia (WFP) memperkirakan ada tambahan 47 juta orang di dunia yang akan mengalami kekurangan pangan tahun ini, sehingga totalnya menjadi 811 juta orang.

"Kami masih berkomitmen untuk mengatasi kedaruratan ini, tapi kemanusiaan saja tidak bisa mengatasinya," jelas Mardini.

"Kita, komunitas global, perlu secara kolektif melipatgandakan upaya kita melalui tindakan yang disesuaikan. Tanggung jawabnya ada pada kita. Begitu banyak nyawa, dan begitu banyak penderitaan, yang dipertaruhkan." [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel