Ratusan KPM terima BLT senilai Rp500 ribu di Manggarai Selatan

·Bacaan 1 menit

Sebanyak ratusan keluarga penerima manfaat (KPM) mendapat bantuan langsung tunai (BLT) subsidi sembako dan subsidi minyak goreng senilai Rp500 ribu dari pemerintah yang disalurkan melalui kantor Kelurahan Manggarai Selatan, Jakarta Selatan, Minggu.

"BLT dibagikan dalam bentuk uang subsidi minyak goreng Rp100 ribu per bulan untuk tiga bulan, ditambah subsidi sembako Rp200 ribu, total Rp500 ribu. Semoga Pembagian BLT ini dapat membantu dan dimanfaatkan sebaik-baiknya khususnya dalam menjalankan puasa 1443 Hijriah," kata Komandan Komando Rayon Militer 01/Tebet Mayor Inf Siswo Prandoko selaku pihak yang melakukan pengawasan penyaluran BLT dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

Siswo meminta personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 01/Tebet memonitor pembagian BLT di Kelurahan Manggarai Selatan, Tebet agar kegiatan dapat berjalan tertib dan tepat sasaran sesuai peruntukannya, sehingga tidak ada yang merasa dirugikan.

Untuk kelurahan Manggarai Selatan, diketahui total penerima BLT sebanyak 549 KPM. BLT dibagikan di dua tempat, di kantor kelurahan sebanyak 214 KPM, dan di Kantor RW02 sebanyak 335 KPM.

“Dalam kegiatan sekecil apa pun di wilayah binaan, Babinsa selalu hadir mendampingi, hal itu untuk selalu memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga masyarakat," kata Siswo.

Danramil juga menyampaikan agar petugas pada kegiatan itu juga memperhatikan penerapan protokol kesehatan kepada warga masyarakat yang hadir sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19.

“Kami berharap pada kegiatan ini tetap memperhatikan aturan protokol kesehatan COVID-19,” kata Siswo.
Baca juga: TNI bagikan BLT kepada 7.000 pedagang di Jakarta Barat
Baca juga: Legislator DKI dorong pemerintah pusat ubah bansos sembako jadi BLT
Baca juga: PAN minta DKI beri BLT bagi nakes saat PSBB Jakarta

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel