Ratusan mahasiswa Universitas Jember mengajar siswa hingga luar Jawa

Ratusan mahasiswa Universitas Jember dari beragam fakultas serentak mulai mengajar di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama ke berbagai daerah pelosok hingga luar Pulau Jawa melalui kegiatan Kampus Mengajar edisi semester gasal tahun akademik 2022/2023.

Penempatan terjauh Kegiatan Kampus Mengajar yang menjadi bagian dari Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) berada di SMP Swasta Ali Imron, Medan, Sumatera Utara, sedangkan dosen pembimbing lapangan terjauh ditempatkan di SMP Katholik Santo Paulus, Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

"Saya mengingatkan bahwa seluruh mahasiswa peserta Kampus Mengajar memiliki tantangan yang dihadapi di lapangan tidaklah ringan," kata Rektor Universitas Jember (Unej) Iwan Taruna saat melepas ratusan mahasiswa secara resmi di Gedung Auditorium Unej, Rabu.

Baca juga: Universitas Jember kampanyekan bersepeda untuk hidup sehat

Menurutnya peserta Kampus Mengajar akan ditempatkan di sekolah pelosok yang mungkin jauh dari fasilitas terbaik, sehingga akan menghadapi anak didik yang perlu penanganan khusus serta banyak tantangan lain.

"Tetapi justru kegiatan Kampus Mengajar MBKM sengaja didesain untuk mengajak mahasiswa ikut serta memajukan pendidikan di sekolah yang masih perlu perhatian semua pihak," tuturnya.

Ia mengatakan sederet tantangan itu diharapkan memunculkan semangat pantang menyerah serta memupuk kemampuan softskill mahasiswa Unej, sehingga dapat menggali potensi lokal, menemukan masalahnya dan berusaha menciptakan solusinya.

Wakil Rektor I bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Unej Slamin menjelaskan bahwa terdapat 868 mahasiswa yang mendaftarkan diri di kegiatan Kampus Mengajar angkatan keempat itu.

Baca juga: Pakar pangan Unej memberikan tips makan daging yang sehat

"Namun setelah melewati tahapan seleksi, akhirnya terdapat 606 mahasiswa yang dinyatakan berhasil lolos. Selama mengikuti kegiatan Kampus Mengajar, akan ada 47 dosen pembimbing lapangan (DPL) yang membimbing dan mengawasi para peserta," katanya.

Ia mengatakan keuntungan lainnya bagi mahasiswa adalah selama lima bulan penugasan setiap bulannya akan menerima honorarium dari Ditjen Dikti Kemendikbudristek.

Sementara salah seorang mahasiswi Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Diah Niken mengatakan sudah mempersiapkan tiga program besar selama lima bulan pengabdiannya di SMP Negeri 3 Bangsalsari, Kabupaten Jember.

"Pertama program peningkatan literasi baca dan numerik, membangun budaya hidup bersih serta pengembangan kegiatan ekstrakulikuler bagi siswa di luar jam belajar," ujarnya.

Baca juga: Akademisi Unej sarankan gunakan daun jati pembungkus daging kurban

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel