Ratusan Mayat Tentara Azerbaijan Bergelimpangan di Jalanan

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Tentara pemberontak Pasukan Pertahanan Artsakh (Nagorno-Karabakh) disebut telah berhasil menggagalkan agresi pasukan Angkatan Bersenjata Azerbaijan, untuk meguasai kota vital Shushi. Perlawanan pasukan Artsakh membuat militer Azerbaijan terpukul dan banyak tentaranya yang tewas, Jumat 6 November 2020.

Dalam berita VIVA Militer Jumat 30 Oktober 2020, dilaporkan bahwa pasukan Azerbaijan sudah berada sekitar 5 kilometer lagi dari kota Shushi. Bukan cuma ibukota Republik Nagorno-Karabakh, Stepanakert, pasukan Azerbaijan juga ingin menguasai Shushi.

Azerbaijan menganggap Shushi adalah wilayah vital yang harus direbut dan dibebaskan dari pasukan pemberontak Artsakh dan Armenia. Azerbaijan yakin, andai berhasil merebut Shushi maka akan dengan mudah menghabisi tentara pemberontak dan pasukan Armenia.

Menurut keterangan Kementerian Pertahanan Armenia, pasukan Azerbaijan sudah berada di desa Karin Tak, wilayah di sekitar jalan utama menuju Shushi.

Perwakilan Kementerian Pertahanan Armenia, Artsrun Hovhannisyan, menyebut usaha militer Azerbaijan merebut jalur utama ke Shushi gagal total. Padahal, militer Azerbaijan mengerahkan pasukan elite bersenjata lengkap.

"Operasi terus berlanjut. Hari-hari ini akan tercatat dalam sejarah Armenia sebagai hari-hari mempertahankan Shushi. Secara keseluruhan situasinya berubah. Pertempuran terus berlanjut, tetapi intensitasnya berkurang," ujar Hovhannisyan.

"Operasi militer untuk menghancurkan kelompok sabotase terus berlanjut. Musuh mencoba merebut persimpangan jalan utama dengan sia-sia," katanya.

Perang Armenia-Azerbaijan di Nagorno-Karabakh masih terus berlangsung sejak 27 September 2020 lalu. Meskipun sudah tercapai tiga kali kesepakatan gencatan senjata, pertempuran yang melibatkan pasukan militer Armenia yang didukung tentara pemberontak Artsakh melawan armada Azerbaijan belum bisa dihentikan.