Ratusan Mobil Mewah dengan BPKB Palsu Beredar

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Periksa segera secara teliti mobil Fortuner, Honda CRV, atau Accord Anda. Jangan-jangan, mobil mewah seharga ratusan juta rupiah itu bodong karena buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB) yang Anda pegang itu palsu.

Hal itu terungkap setelah polisi meringkus sindikat penjual 900 mobil mewah bodong. Enam pelaku ditangkap dan dua lainnya masuk daftar pencarian orang dan dalam pengejaran polisi.

Keenam anggota sindikat yang tertangkap adalah Indria Rahayu, Edward Sugiharto, Tri Wahyudiono, Budi Martopo, Eko Waluyo, dan Tolay. Mereka mendekam di sel tahanan Mapolsek Astanaanyar, Bandung.

Keenam pelaku ini bersindikat memalsukan surat kendaraan roda empat dan menjual mobil mewah bodong secara terorganisasi serta tertata rapi. Sudah ratusan unit mobil mewah mereka jual kepada masyarakat.

Mobil-mobil tersebut saat ini beredar luas di masyarakat wilayah Indonesia tanpa surat-surat kendaraan resmi atau bodong.

"Berdasarkan pemeriksaan, pelaku sudah menjual 900 unit mobil mewah. Merek mobilnya antara lain Accord, CRV, Fortuner, Harrier, Terios, Xenia, dan Avanza. Dua pelaku pembuat BPKB palsu berinisial G dan D dan saat ini masuk daftar pencarian orang (buron, Red). Keduanya sedang dikejar," ujar Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Bandung Komisaris Besar Polisi Abdul Rakhman Baso kepada wartawan di Polsek Astanaanyar, Kamis (16/2).

Kasus ini sebenarnya terungkap pada akhir November 2011. Tepatnya, setelah anggota Reskrim Polsek Astananayar mendapat laporan dari salah seorang korban bernama Akong, warga Jalan Sukamanah, Kota Bandung. Dari situ, polisi melakukan pengembangan.
Korban membeli satu unit mobil Honda Accord seharga Rp 375 juta di showroom yang diketahui milik pasangan suami-istri Indria dan Edward. Setelah diselidiki, Edward dan Indria ditangkap anggota Polsek
Atanaanyar. Pelaku lainnya ditangkap di Yogyakarta dan Bogor, belum lama ini.

Dari kedua pelaku yang diduga otak sindikat ini, barang bukti yang bisa disita berupa tiga unit mobil beragam merek, sejumlah BPKB palsu, satu komputer, puluhan KTP, satu mesin pres, dan kertas bahan BPKB palsu.

Dari keenam pelaku yang tertangkap, berkas perkara tersangka Indria dan Edward sudah dilimpahkan ke Kejari Bandung.

"Dari setiap transaksi, ya kalau berhasil menjual mobil (mewah bodong) itu, saya dapat Rp 500.000 di luar gaji," ujar Tri Wahyudiono, yang selama ini menjadi pegawai di showroom milik Indria dan Edward, saat dimintai keterangan di Mapolsek Astanaanyar.

Modus yang dilakukan para pelaku adalah mengajukan kredit mobil ke perusahaan leasing. Setelah mobil berpindah tangan, pelaku menjual ke konsumen atau pihak lain. Pelaku melengkapinya dengan BPKB palsu.
Kini, keenam tersangka harus mempertanggunjawabkan atas semua perbuatan mereka. Mereka dijerat Pasal 264 dan 378 KUH Pidana. Keempat tersangka bakal diganjar hukuman 8 tahun penjara. (dic)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.