Ratusan Orang di Bekasi Dinyatakan Positif COVID-19

Syahrul Ansyari, Dani (Bekasi)
·Bacaan 1 menit

VIVA - Sebanyak 819 orang di Bekasi dinyatakan positif COVID-19 selama pemeriksaan massal dilakukan secara serentak di seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Ratusan orang yang positif itu berdasarkan hasil pemeriksaan 8.144 orang.

"Setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan 819 orang positif," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati, Rabu, 11 November 2020.

Baca juga: Hari Pahlawan, Satgas NU Baca Tahlil untuk Tenaga Medis COVID-19

Sebelumnya, pemeriksaan 10 ribu spesimen dilakukan sejak akhir Oktober 2020. Dan baru selesai dilaksanakan pada 6 November 2020. Itu juga yang menyebabkan Kota Bekasi disebut sebagai zona merah di Jawa Barat.

Tanti menambahkan, hingga 6 November 2020, hasil yang diraih sudah mencapai 8.144 orang. Sehingga, hasilnya ditemukan ada 819 orang yang dinyatakan terkonfirmasi positif.

Menurut dia, pendistribusian 10 ribu spesimen itu telah disebar di seluruh kecamatan. Terutama untuk kelurahan yang statusnya menjadi zona merah.

"Tapi kami sudah maksimalkan pemeriksaan COVID-19," katanya.

Adanya pemeriksaan itu, kata dia, untuk menekan angka penyebaran COVID-19. Bahkan, bila dalam pemeriksaan itu terdapat hasil yang tidak memuaskan suatu daerah, maka pihaknya yang akan memaksimalkannya.

"Kita distribusikan setiap wilayah yang berstatus zona merah, akan diprioritaskan," ujarnya.

Hingga Selasa, 10 November 2020, orang terkonfirmasi positif di Kota Bekasi sudah mencapai 7.401 orang. Rinciannya, 6.885 orang dinyatakan sembuh, dan 372 orang masih menjalani perawatan. Sementara itu, 143 orang dinyatakan meninggal dunia. (art)