Ratusan pebalap sepeda MTB mulai bersaing di Kejurnas 2022

Sebanyak 250 pebalap sepeda disiplin Mountain Bike (MTB) mulai bersaing di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Balap Sepeda atau Indonesian National Championship (INC) 2022 di Banyuwangi, Jawa Tengah, Rabu.

Mereka datang dari 16 provinsi di Tanah Air dan akan berlomba di nomor Cross-Country Eliminator (XCE), Cross-Country Olympic (XCO), Cross-Country Relay (XCR), Downhill, dan Enduro.

Secara keseluruhan ada 31 nomor untuk disiplin MTB yang terbagi dalam berbagai kategori usia putra dan putri mulai dari youth, junior, under-23, hingga elite.

Deretan atlet berlabel pelatnas pun turut bersaing. Misalnya peraih emas dan perak nomor XCO SEA Games Vietnam 2022 Zaenal Fanani dan Ihza Muhammad. Selain itu ada pula Popo Ario Sejati dan Andy Yoga untuk donwhill.

Baca juga: PB ISSI terapkan sistem baru dalam Kejurnas Balap Sepeda 2022

Pada Kejurnas Balap Sepeda 2022, nomor Cross-Country dan Enduro bergulir di Aghatis Forest Park yang berada di Desa Banjar, Kecamatan Licin, Banyuwangi. Sementara downhill dilaksanakan di Gantasan Bike Park di Desa Tamansari, Kecamatan Licin.

Kejurnas Balap Sepeda 2022 sebelumnya telah melombakan nomor Road. Sejak hari pertama Jumat (15/7) hingga Selasa (19/7), Jawa Timur untuk sementara berada di urutan teratas sebagai peraih medali terbanyak dengan 10 emas, 7 perak, 6 perunggu.

Hasil tersebut diraih pada 39 nomor perlombaan disiplin Road yakni, Individual Time Trial (ITT), Individual Road Race (IRR), dan Criterium.

Baca juga: Jawa Timur pimpin klasemen medali Kejurnas Balap Sepeda 2022

Posisi kedua, sejauh ini di tempati Kalimantan Selatan dengan 5 emas, 2 perak, 8 perunggu. Kemudian DI Yogyakarta di bawahnya dengan 4 emas, 3 perak, 4 perunggu.

Kalimantan Timur berada di posisi keempat dengan 3 emas, 4 perak, dan 5 perunggu. Banten di bawahnya dengan tiga medali emas.

Sebaran medali pada Kejurnas Balap Sepeda 2022 terbilang merata atau tidak didominasi oleh provinsi yang berada di Pulau Jawa.

Hal ini tak lepas dari sistem baru yang diterapkan PB ISSI dengan menjadi dua kelas yakni, untuk atlet yang bersaing memperebutkan poin internasional (UCI) dan poin nasional.

Baca juga: PB ISSI mencari bibit atlet potensial melalui Kejurnas di Banyuwangi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel