Ratusan Pelaku Wisata Tolak Kenaikan Tarif Masuk Pulau Komodo Jadi Rp3,75 Juta

Merdeka.com - Merdeka.com - Ratusan pelaku pariwisata di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur melakukan aksi unjuk rasa. Mereka menolak tarif masuk Pulau Komodo dinaikkan oleh pemerintah.

Aksi saling dorong tak terhindarkan saat para demonstran memaksa masuk untuk bertemu Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi.

Warga Komodo bernama Ihsan Abdul Amir yang ikut demonstrasi mengatakan, penolakan dilakukan karena kenaikan tiket ke Pulau Komodo juga akan berpengaruh kepada masyarakat yang bermukim di Pulau Komodo.

"Sejak dulu tidak ada yang membuktikan bahwa banyaknya manusia di Pulau Komodo bisa mengganggu ekosistem Komodo itu sendiri. Warga Pulau Komodo sejak dulu ada sekitar 2.000 orang," katanya, Senin (18/7).

Selain di kantor Bupati, demonstran juga mendatangi kantor Balai Taman Nasional Komodo (TNK). Mereka berharap pemerintah segera membatalkan kenaikan tarif masuk ke Pulau Komodo.

Mereka mengancam akan melakukan aksi lanjutan jika aspirasinya tidak didengar.

Sebelumnya, pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur dan Pemerintah Pusat telah bersepakat untuk menetapkan harga tiket masuk Taman Nasional Komodo (TNK) dan Pulau Padar, di Kabupaten Manggarai Barat, sebesar Rp3.750.000 per orang mulai 1 Agustus 2022 mendatang.

Kesepakatan itu dilakukan setelah dilakukan kajian teknis tim ahli lingkungan dari beberapa universitas terkemuka di Indonesia, bahwa ditemukan penurunan nilai jasa ekosistem, di Pulau Komodo dan Pulau Padar. Sehingga harus dilakukan konservasi. [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel