Ratusan Ribu Warga AS Tak Punya Air untuk Minum dan Siram Toilet

Merdeka.com - Merdeka.com - Sekitar 180.000 penduduk di Jackson, Negara Bagian Mississippi, Amerika Serikat kehilangan akses air bersih setelah banjir dan hujan deras mengguyur wilayah itu.

Banjir yang meningkat selama akhir pekan merusak fasilitas pengolahan air utama kota hingga fasilitas itu hampir lumpuh.

Laman BBC melaporkan, Rabu (31/8), keadaan darurat telah diumumkan dan sekolah, restoran, serta bisnis ditutup sementara, dikutip dari BBC, Rabu (31/8)

Dalam sebulan terakhir kota itu sudah diperingatkan akan situasi ini.

Masalah di OB Curtis Water Plant dimulai setelah hujan lebat menyebabkan Sungai Pearl meluap hingga ke jalan-jalan kota selama akhir pekan.

Balai kota mengkonfirmasi pada Senin bahwa air sungai telah memasuki fasilitas, yang mengolah lebih dari 50 juta galon (190 juta liter) per hari.

Baik kota maupun negara bagian mendistribusikan air minum dalam kemasan kepada penduduk serta air yang tidak dapat diminum untuk toilet melalui truk tanki dibantu pasukan Garda Nasional Mississippi.

Pada Selasa sore Walikota Jackson, Chokwe Antar Lumumba mengatakan pabrik yang dikelola kota "sangat rapuh", namun tidak akan mematikan pasokan airnya, melainkan para pejabat membutuhkan waktu untuk mengolah air.

Dia menyalahkan kegagalan sistem pada kekurangan staf dan "satu set akumulasi masalah pemeliharaan yang belum diselesaikan, yang belum terjadi selama beberapa dekade".

"Ini bukan masalah apakah sistem kami akan gagal, tetapi soal kapan waktunya," katanya.

Gubernur Tate Reeves mengatakan selama jumpa pers darurat Senin malam bahwa kota itu tidak akan memiliki "air mengalir yang dapat diandalkan" karena motor utama pabrik dan pompa cadangan juga gagal beroperasi.

"Itu berarti kota tidak dapat menghasilkan air yang cukup untuk memadamkan kebakaran, menyiram toilet, dan untuk memenuhi kebutuhan penting lainnya," kata Reeves.

Para ahli mengatakan perubahan iklim mendorong peristiwa cuaca yang lebih ekstrem seperti curah hujan di Jackson.

Reporter Magang: Gracia Irene [pan]