Ratusan Rumah di Rumbai Pekanbaru Terendam Banjir

Pekanbaru (ANTARA) - Ratusan rumah warga Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, Riau, terendam air dengan ketinggian mencapai 90 centimeter akibat hujan yang turun sejak Senin dinihari.

"Sejak subuh rumah kami sudah dimasuki air dan perabotan semua basah," kata seorang warga Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai Pesisir, Ny. Khairul (44), di Pekanbaru, Senin.

Dia mengatakan, ketinggian air mencapai 90 centimeter di dalam rumahnya di Jalan Harmonis Nomor 1 Kelurahan Limbungan Baru, Rumbai Pesisir.

Kawasan Rumbai Pesisir yang terendam banjir yakni di Jalan Harmonis, Jalan Khayangan (Sekolah), Jalan Nusa Indah, Kelurahan Meranti Pandak.

Salah satu penyebab banjir, saluran pembuang di Jalan Yos Sudarso mengalami pendangkalan dan ditutup oleh pemilik ruko sehingga air tidak mengalir secara lancar hingga Sungai Siak.

Seorang warga di Jalan Nusa Indah, Limbungan Baru, H. Aras (70), mengatakan, rumahnya terendam hingga lutut orang dewasa, sedangkan banjir juga menggenangi rumah warga lain di sekitarnya.

Bahkan rumah Ketua RW 07, Limbungan Baru, Rumbai Pesisir, Taufik Asmara, juga terendam hingga 75 centimeter, menyebabkan sebagian perabot rumah tangga terkena air.

Meski banjir merendam rumah warga, pihak PT PLN tidak mematikan aliran listrik sehingga warga khawatir dapat menimbulkan korban jiwa.

Namun, kawasan Jalan Harmonis, Rumbai Pesisir sudah seperti danau karena dipenuhi air bah. Rumah warga lainnya yang terendam seperti milik H. Syukur (82), Surya Sembiring (42), Iwan (40), Khairul (60), dan Zulhaida (38).

Selain itu, bengkel mobil milik Surya Sembiring juga terendam dengan ketinggian mencapai 50 centimeter sehingga semua kegiatan dihentikan karena menunggu air surut.

Tempat pool bus Naga Line jurusan Buton (Siak) di Jalan Harmonis juga mengalami nasib serupa sehingga pemberangkatan bus dikhawatirkan batal akibat Jalan Harmonis ditutup sementara untuk warga yang hendak melintas.

Warga yang biasa melintasi jalan tersebut akhirnya mencari jalur alternatif untuk dapat menuju Kota Pekanbaru atau sebaliknya.(rr)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.