Ratusan Santri dan Pengurus Pesantren di Depok Positif COVID-19

Mohammad Arief Hidayat, Zahrul Darmawan (Depok)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Jumlah santri dan pengurus yang terpapar COVID-19 di salah satu pondok pesantren di wilayah Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat, kembali bertambah. Berdasarkan hasil pemeriksaan termutakhir, ada 41 orang yang positif terinfeksi virus corona.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana, pada Senin, 16 November 2020, menjelaskan, telah dites swab total 221 orang pada Kamis pekan lalu. Sebanyak 106 orang positif COVID-19.

Karena jumlahnya cukup banyak, maka Gugus Tugas mengambil langkah mitigasi awal yang dilakukan satgas kecamatan dan puskesmas, sejak Kamis dan Jumat pekan lalu. Pesantren itu kemudian difungsikan sebagai tempat isolasi khusus.

Mereka yang terkonfirmasi positif COVID-19 pada Jumat lalu sudah menjalani isolasi mandiri di pesantren dengan kamar tersendiri. Para santri yang belum diketahui hasil tesnya ditempatkan di ruangan lain, sedangkan yang negatif dipulangkan.

“[santri yang] Negatif [COVID-19] dipulangkan dengan mengisi form terkait nama, alamat dan disepakati tadi untuk dimonitor masing-masing puskesmas kalau mereka ada di Depok. Tim surveilans puskesmas memonitor yang negatif dan pulang,” kata Dadang.

Santri-santri yang terinfeksi dan menunjukkan gejala sakit segera dirawat di rumah sakit. Satgas kemudian menunjuk kepala Puskesmas Bojongsari sebagai manajer penanganan pasien COVID-19 di pesantren itu.

Pada Minggu malam, 15 November 2020, sudah ada informasi dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) tentang jumlah orang yang positif di pesantren itu. “Tadi diklarifikasi, dari 221 orang yang dites, 170 sudah keluar hasilnya dan 106 orang positif,” katanya.

Baca: Gus Nur Positif COVID-19, Pengacara Ajukan Penangguhan Penahanan Lagi