Ratusan Siswa SMAN 12 Bekasi Akan Diberi Trauma Healing

 

Liputan6.com, Jakarta KPAID Kota Bekasi, Jawa Barat, akan memberikan pendampingan berupa trauma healing kepada 172 siswa SMA Negeri 12 Kota Bekasi. Hal ini untuk membantu pemulihan psikologis para siswa yang melihat langsung kejadian, khususnya yang menjadi korban penganiayaan oknum guru IM.

KPAID nantinya akan melibatkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), agar psikologis siswa bisa secepatnya pulih dan bisa mengikuti pelajaran dengan baik.

"KPAID Kota Bekasi akan berkoordinasi dengan Dinas P3A untuk pemulihan mental korban, termasuk anak-anak yang melihat kejadian tersebut secara langsung," kata Ketua KPAID Kota Bekasi, Aris Setiawan kepada Liputan6.com, Sabtu (15/2/2020).

Selain itu, KPAID juga hingga saat ini terus mengawal perkembangan kasus kekerasan yang terjadi di sekolah tersebut. Termasuk diantaranya menemui pihak sekolah untuk mengetahui metode pembelajaran dan tata tertib yang diberlakukan kepada para siswa.

"Kita juga memanggil salah satu korban, yang pada tanggal 12 Februari orangtuanya mengadukan ke kami, dengan agenda meminta keterangan kronologis, mengecek kondisi mental korban, sekaligus mengadvokasi kasus ini," ungkapnya.

Aris juga meminta agar pihak sekolah lebih meningkatkan pengawasan terhadap segala hal yang berkaitan dengan pengajaran yang diterima siswa, termasuk hal-hal yang berkenaan dengan kondisi fisik dan mental.

"Dinas Pendidikan sebagai tempat bernaung sekolah dan tenaga pendidik harus lebih memonitor, membina, dan mengevaluasi terhadap kondisi fisik dan mental, metode pembelajaran, dan capaian kinerjanya secara rutin," imbuhnya.

 

Kekerasan Terjadi Kapan Saja

Aris menegaskan bahwa insiden kekerasan di lingkungan sekolah bisa terjadi kapan saja. Karena itu ia mengimbau agar pihak sekolah sigap mengantisipasi dengan menghadirkan suasana belajar yang aman dan nyaman bagi para siswanya.

"Dan juga sebaiknya mereview dan mengevaluasi kinerja guru dan staf, selain kinerja capaian siswa, bersama orang tua dan anak didiknya, agar kejadian serupa tidak terulang," jelasnya.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listiarty mengatakan pihaknya saat ini tengah fokus terhadap upaya pemulihan psikologis para siswa yang melihat langsung insiden kekerasan sang oknum guru.

"Kami minta ke pihak sekolah kronologis kejadian. Dan kami juga saran untuk dilakukan assesment pemulihan korban dan siswa yang lainnya, yang melihat kejadian langsung," tandasnya.

(KPAI besama KPAID Kota Bekasi kunjungi SMAN 12. Foto: Liputan6.com/Bam Sinulingga)