Ratusan Sopir dan Teknisi TransJakarta Mogok Kerja  

TEMPO.CO, Jakarta -- Sebanyak 150 sopir dan teknisi bus TransJakarta dari PT Jakarta Express Trans (JET) mogok kerja. Akibatnya, bus TransJakarta Koridor I jurusan Blok M-Kota dan Koridor X jurusan Cililitan-Tanjung Priok tidak beroperasi.

Mengenakan kemeja putih dan celana panjang hitam, mereka berkumpul di depan kantor PT JET di Pinangranti, Jakarta Timur. Seorang sopir yang enggan menyebutkan namanya mengatakan tujuan mogok kerja memprotes belum dibayarkannya kenaikan upah selama enam bulan.

Saat ini, kata dia, sopir dan teknisi masih dibayar sesuai upah minimum Provinsi DKI Jakarta tahun 2012 sebesar Rp 1,5 juta per bulan ditambah upah tambahan Rp 200 ribu. "Kami mogok kerja karena rapelan belum dibayar," ujarnya di depan kantor PT JET di Pinangranti, Jakarta Timur, Senin, 10 Juni 2013.

Direktur Operasional PT JET, Payaman Manik, mengatakan, mogok kerja disebabkan gonjang-ganjing kepastian kerja sopir. Kepastian kontrak kerja mengemuka menjelang berakhirnya kontrak PT JET sebagai operator bus TransJakarta dengan Pemerintah Provinsi DKI pada 14 Juni mendatang. "Sampai sekarang belum ada kepastian," katanya.

Faktor lain, lanjut Payaman, seperti yang diprotes oleh sopir dan teknisi mengenai kenaikan upah. "Sejak 2007, UP TransJakarta belum memberikan penyesuaian upah kepada sopir dan teknisi PT JET. Penyesuaian itu hanya kami lakukan sendiri," ujarnya.

Payaman menilai wajar protes soal upah. Pasalnya, besaran upah sopir dan teknisi di koridornya jauh tertinggal dengan koridor lain. Sopir dan teknisi di Koridor XI dan XII mencapai tiga setengah kali upah minimum provinsi. Adapun upah sopir dan teknisi Koridor I dan X PT JET hanya satu kali UMP DKI 2012.

Menurut Payaman, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sudah meminta PT JET menyesuaikan upah itu. "Kami sudah menghadap Pak Ahok. Masalahnya, UP TransJakarta yang belum mencairkannya," katanya. Alasannya, "Ada kendala di Badan Pengelola Keuangan Provinsi DKI."

AFRILIA SURYANIS

Terhangat:

Priyo Budi Santoso | Rusuh KJRI Jeddah | Taufiq Kiemas

Baca juga:

Murdaya Poo: Isu PRJ Pisah dari JIExpo Itu Basi

PKS: Menteri Kami Tak Ada Hubungan dengan Partai

Jokowi Gantikan Megawati Terima Tamu

Densus Ciduk Imam Masjid di Makassar

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.