Ratusan Tandan Pisang Membusuk Dalam Truk

  • Warning! Bank Mandiri Akuisisi BTN, Kredit Pemilikan Rumah Terancam Pu …

    Warning! Bank Mandiri Akuisisi BTN, Kredit Pemilikan Rumah Terancam Pu …

    TRIBUNnews.com
    Warning! Bank Mandiri Akuisisi BTN, Kredit Pemilikan Rumah Terancam Pu …

    TRIBUNNEWS.COM - Serikat karyawan Bank BTN mengingatkan, Bank Mandiri miskin pengalaman dalam hal penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR). …

  • Dahlan: Blok Mahakam untuk Pertamina  

    Dahlan: Blok Mahakam untuk Pertamina  

    Tempo
    Dahlan: Blok Mahakam untuk Pertamina  

    TEMPO.CO, Surakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menegaskan pemerintah akan mengambil alih pengelolaan Blok Mahakam di Kalimantan Timur. Dia mengaku sudah menolak permintaan perpanjangan kontrak dari pengelola sebelumnya, Total E&P Indonesie dari Perancis. …

  • Utang Luar Negeri Membengkak, Apa Penyebabnya ?

    Utang Luar Negeri Membengkak, Apa Penyebabnya ?

    Tempo
    Utang Luar Negeri Membengkak, Apa Penyebabnya ?

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia menyatakan utang luar negeri Indonesia pada Februari 2014 mencapai US$ 272,1 miliar atau sekitar Rp 3.106,9 triliun. Nilai utang luar negeri Indonesia membengkak 7,4 persen dibanding Februari 2013 dan lebih besar ketimbang pertumbuhan pada Januari 2014 yang mencapai 7,2 persen. (Baca: Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 3.106,9 Triliun). …

Laporan Wartawan Pos Kupang, Aris Ninu

TRIBUNNEWS, COM, MAUMERE -- Ratusan tandan pisang mentah  yang hendak di bawa ke Surabaya, Jawa Timur menggunakan kendaraan ekspedisi dan diangkut kapal roro milik PT.Dharma Kencana,  membusuk di kendaraan ekspedisi.

"Kendaraan ekspedisi saya ini memuat ratusan tandan pisang milik orang Maumere ke Surabaya. Pisang yang saya muat ini sekali angkut Rp 4 juta.  Pemilik pisang datang di pelabuhan dan menurunkan pisang yang sudah masak dan membusuk untuk dibawa ke rumah," kata Pondet, sopir kendaraan ekspedisi, Permata Hokky Bajawa, kepada Pos Kupang di Pelabunan Lorens Say Maumere, Sabtu (12/1/2013) siang.

Pondet yang mengaku asal Kota Bajawa, Kabupaten Ngada, itu mengatakan bahwa sejak tanggal 7 Januari 2013 sampai sekarang ini sekitar 20 kendaraan ekspedisi jalan darat atau janda tertahan di Pelabuhan Lorens Say Maumere.

Dua puluh kendaraan ekspedisi janda tersebut, kata Pondet, memuat pisang mentah untuk dibawa ke Surabaya, Jawa Timur menggunakan kapal milik PT.Dharma Kencana, yang sudah seminggu ini tertahan di Pelabuhan Lorens Say Maumere.

Pondet mengatakan, kapal roro tersebut tidak bisa berlayar ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur karena kondisi cuaca di laut buruk dan tinggi gelombang laut mencapai empat meter sampai lima meter.

"Kapal sampai sekarang belum berangkat karena cuaca. Kami mau bilang apa, tunggu saja. Kalau Senin (14/1/2013) berangkat kami tinggal berangkat. Pisang yang sudah kami muat tidak bisa kami bongkar. Nanti di Surabaya dihitung berapa yang tandan rusak dan berapa yang baik," ujar Pondet.

Ia menjelaskan, kapal roro tersebut bersandar di Pelabuhan Lorens Say Maumere sejak Sabtu (5/1/2013), dan sampai sekarang ini belum bisa berlayara ke Surabaya.

Pondet  mengatakan, penundaan keberangkatan kapal ini mengganggu jadwal dan rencananya  memuat barang dari Surabaya ke Flores. "Yang jelas kami mengalami penurunan pendapatan. Kami parkir sudah seminggu karena kapal tidak berlayar setelah ada larangan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika," papar Pondet.

Pantauan Pos Kupang di Pelabuhan Lorens Say Maumere, puluhan truk ekspedisi janda yang parkir semuanya memuat pisang mentah. Juga ada yang memuat hasil bumi lainnya.

Ada beberapa pekerja yang sedang menurunkan  pisang yang sudah masak dan membusuk di bagian atas kendaraan. Ada mobil pick up yang membawa kembali pisang yang masak ke rumah.

Baca juga:

  • APTI Ancam Tak Bayar Pajak Kalau PP Tembakau Tidak Dicabut
  • PT SBE Bisa Blasting Asal Beri Sumbangan Warga Setempat
  • 10.000 Ton Beras untuk Operasi Pasar di Jabar
  • Kapal Inggris 350 Bawa Wisman Tiba di Makassar
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...