Ratusan warga "Kampung Soekarno" Surabaya ziarah ke makam Bung Karno

Ratusan warga "Kampung Soekarno" di Pandean RW 13 Kelurahan Peneleh, Genteng, Kota Surabaya, Minggu, melakukan ziarah ke Makam Bung Karno di Kota Blitar, Jawa Timur, untuk mengkhidmati HUT Ke-77 RI.

"Kampung Pandean Gang 4 RW 13 Kelurahan Peneleh dikenal luas sebagai 'Kampung Soekarno', karena di rumah kecil nomor 40, Bung Karno dilahirkan pada 6 Juli 1901 ketika menjelang fajar merekah, sehingga Bung Karno juga disebut Putra Sang Fajar," kata Ketua PAC PDIP Genteng H Mohammad Jupri.

Ada dua bus besar, satu bus kecil, dan mobil yang disediakan PDIP Kota Surabaya untuk memberangkatkan puluhan warga "Kampung Soekarno" berziarah ke makam Bung Karno ke Kota Blitar.

Baca juga: Hasto: Geopolitik Soekarno bangun kepemimpinan Indonesia untuk dunia

Ketua RW 13 Kelurahan Peneleh Farida mengucapkan terima kasih kepada PDI Perjuangan yang telah bergotong royong dengan warga Pandean, Kelurahan Peneleh.

"Ziarah ke Makam Bung Karno untuk memelihara semangat kemerdekaan Indonesia, yang telah diproklamirkan oleh Bung Karno dan Bung Hatta pada 17 Agustus 1945," kata Farida.

Hadir dalam pemberangkatan itu, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Sjukur Amaludin dan Budi Leksono yang juga Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya, serta Norma Yunita, anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya.

Sjukur Amaludin mengajak warga mengkhidmati kemerdekaan Indonesia dengan mengenang jasa-jasa dan pengabdian para pejuang, para pahlawan Indonesia, yang telah berpulang ke hadirat Allah SWT.

Baca juga: Kasal sebut Bung Karno Bapak Sistem Senjata Armada Terpadu TNI AL

"Terutama Bung Karno dan Bung Hatta, yang telah memproklamasikan Indonesia, terbebas dari penjajahan bangsa asing. Kami berziarah ke Makam Bung Karno di Blitar sekaligus mendoakan supaya mendapat tempat yang paling mulia di sisi Allah SWT," ujar dia.

Sementara itu, Budi Leksono berpesan agar warga Pandean RW 13 Kelurahan Peneleh, Genteng, bangga dengan sebutan "Kampung Soekarno" karena di Pandean Gang 4 terdapat rumah kelahiran Bung Karno, Sang Putra Fajar.

"Tumbuhkan terus kebanggaan itu, dan wujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Menciptakan suasana guyub rukun, penuh gotong royong, untuk kesejahteraan dan kemajuan bersama," kata Budi.

Baca juga: Nasionalisme Bung Karno tumbuh saat tinggal di Rumah Tjokroaminoto

Selain ziarah ke Makam Bung Karno, warga "Kampung Soekarno" Pandean Surabaya juga mengunjungi Istana Gebang yang menjadi tempat tinggal Sang Proklamator, di Jalan Sultan Agung, Sananwetan, Kota Blitar.