Ratusan Warga Wuhan Menari Sambil Mengenakan Masker Usai Corona COVID-19

Liputan6.com, Wuhan - Sambil mengenakan masker dan tetap menjaga jarak sekitar satu meter, pria dan wanita di Wuhan melakukan aksi tarian pada Sabtu malam di sisi sungai Yangtze, di mana pandemi Virus Corona COVID-19 dimulai.

Penguncian atau masa lockdown selama 76 hari di Wuhan berakhir pada 8 April, dan kota itu perlahan bangkit kembali.

Mereka berharap bahwa yang terburuk telah berlalu, tetapi tetap khawatir dengan munculnya beberapa kasus baru Virus Corona, demikian dikutip dari laman Channel News Asia, Minggu (17/5/2020).

Sementara sebagian besar pertemuan dalam ruangan besar masih dilarang.

Pada Sabtu malam, lebih dari seratus orang menggunakan masker menari di jalan terbuka tepi sungai pusat kota Wuhan sambil dibunyikan pengeras suara.

Musik yang dimainkan mulai dari gendre dansa elektronik hingga musik pop Jepang.

Beberapa berdansa waltzed sementara yang lain bergerak selaras dengan rutinitas tarian koreografi. Semua memakai masker dan sebagian besar tetap terpisah dari rombongan penari.

"Sangat sulit untuk bernafas ketika mengenakan masker ini untuk menari dan Anda tidak dapat menghilangkan keringat, tetapi suasana hati saya sangatlah baik. Akhirnya kami bisa berkumpul," kata Zhang Jing (42) menambahkan bahwa ia telah bergabung kembali dengan kelompok dansa di awal Mei.

Meski begitu, kekhawatiran tentang virus tetap ada.

"Saya masih merasa sedikit terkekang, (menari) tidak merasa bebas dengan masker dan saya agak takut bahwa mungkin ada infeksi silang," kata Fang Yuanyuan (50).

Tes Massal Corona COVID-19

Warga mengenakan masker menunggu dalam barisan untuk tes virus corona di lingkungan di Wuhan, provinsi Hubei, Jumat (15/5/2020). Tes massal yang ditargetkan dalam 10 hari ini akibat adanya pasien Virus Corona baru di Wuhan, setelah sebulan lebih tidak ada laporan kasus baru. (Hector RETAMAL/AFP)

Corona COVID-19 pertama kali melanda Wuhan akhir tahun lalu, dan itu menjadi pusat penyebaran China.

Virus ini menyumbang sekitar 80 persen dari kasus Corona COVID-19 di negara itu, tetapi penguncian yang ketat membantu melumpuhkan infeksi baru.

Namun pekan lalu, kota ini melaporkan kembali kasus pertama infeksi baru sejak kuncinya dicabut.

Hal ini lantas memicu kekhawatiran gelombang kedua, dan mendorong pihak berwenang untuk meluncurkan kampanye guna menguji semua 11 juta penduduk.

China Daratan melaporkan lima kasus Corona COVID-19 baru yang dikonfirmasi untuk 16 Mei, turun dari delapan hari sebelumnya, Komisi Kesehatan Nasional (NHC) mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Simak video berikut ini: