Rawan politik uang, status siaga untuk Pilgub Jabar

MERDEKA.COM. Politik uang jamak terjadi dalam setiap pemilihan kepala daerah. Untuk mengantisipasi hal itu, Polda Jabar sudah menyebar personel ke sejumlah lokasi dalam masa tenang Pilgub Jabar yang dimulai hari ini.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan, sejumlah personel yang disebar harus mewaspadai politik kotor yang tujuannya untuk merebut hati pemilih.

"Karenanya kita sejak masa tenang hingga H plus satu terapkan status siaga," katanya di Bandung, Jumat (22/2). Pemungutan suara Pilgub Jabar akan digelar Minggu, 24 Februari mendatang.

Dalam masa tenang ini, kata Martinus, polisi siap mengidentifikasi semua tindakan yang cenderung mengarah pada pelanggaran tindak pidana. "Black campaign, bujuk rayu iming-iming politik uang, teror lewat SMS, perkelahian kelompok," jelasnya.

Martinus menyadari pihaknya tidak bisa bergerak sendiri. Masyarakat juga diharapkan peran sertanya untuk melapor jika adanya temuan dugaan pelanggaran hukum. Sebab, modus politik uang ini bisa ditemukan di mana saja.

Biasanya, ujar dia, dari pengalaman sebelumnya jamaah masjid suka dijadikan sasaran. Ketika memilih pukul 08.00 WIB, dari pagi buta, serangan tersebut sudah dilancarkan dengan cara membagi amplop dengan imbalan suara.

"Kita juga antisipasi hal-hal yang seperti itu," jelasnya.

Polda Jabar menyiapkan 21.730 personel mengawal kontestasi politik lokal terbesar di Indonesia ini. Mereka disebar ke sejumlah kabupaten dan kota.

Baca juga:
Ribuan personel TNI/Polri amankan Pilgub Jabar
Jelang pencoblosan, Polda Jabar siagakan 21.730 personel

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.