Rawat inap COVID-19 di Australia sentuh rekor tertinggi dalam sejarah

Jumlah warga Australia yang dirawat di rumah sakit akibat virus corona menyentuh rekor tertinggi sejak awal pandemi pada 2020 lalu.

Menurut data dari Departemen Kesehatan Australia, terdapat 5.433 kasus COVID-19 di rumah sakit pada Senin (25/7), naik dari 5.001 pada pekan sebelumnya.

Jumlah ini menandai titik tertinggi baru untuk rawat inap akibat COVID-19, melampaui rekor sebelumnya yang sebanyak 5.390 pada Januari.

Hal ini terjadi di saat gelombang infeksi COVID-19 pada musim dingin di Australia diperkirakan akan mencapai puncaknya dalam beberapa pekan mendatang, yang menambah tekanan pada sistem rumah sakit.

Chris Moy, Wakil Presiden Asosiasi Medis Australia (Australian Medical Association/AMA), menggambarkan angka tersebut sebagai "sangat besar", menyerukan kepemimpinan pemerintah yang lebih besar pada langkah-langkah kesehatan termasuk kewajiban memakai masker
Chris Moy, Wakil Presiden Asosiasi Medis Australia (Australian Medical Association/AMA), menggambarkan angka tersebut sebagai "sangat besar", menyerukan kepemimpinan pemerintah yang lebih besar pada langkah-langkah kesehatan termasuk kewajiban memakai masker

"Rata-rata rumah sakit umum memiliki 600 hingga 700 tempat tidur, jadi kita bicara tentang delapan rumah sakit umum besar," katanya seperti dikutip Guardian Australia pada Selasa (26/7).

"Intinya adalah di lapangan, para kolega saya marah, putus asa, lelah, dan mereka menghadapi situasi yang sangat buruk dengan kapasitas tempat tidur atau perawat yang tidak mencukupi."

Australia pada Selasa melaporkan lebih dari 40.000 kasus baru COVID-19 dan lebih dari 90 kematian.

Hingga Senin sore waktu setempat, total 9.139.047 kasus COVID-19 telah dilaporkan di Negeri Kanguru, termasuk 11.200 kematian, dan sekitar 377.550 kasus aktif, menurut angka terbaru dari Departemen Kesehatan Australia.


Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel