Ray Sahetapy Bacakan Puisi di 'Malam Cinta untuk Radhar Panca Dahana'

Jakarta, C&R Digital - Radhar Panca Dahana, seorang sastrawan, esais, kritikus sastra, jurnalis dan seniman teater, sejak 2001 mengalami gagal ginjal dan harus cuci darah hingga saat ini. Namun meski demikian, pria berusia 48 tahun ini tak kenal menyerah. Ia masih terus berkarya pada sebuah acara Pertemuan Pengarang Indonesia di Makassar pada 25-27 November lalu. Ia juga penggagas berdirinya Organisasi Pengarang, sebagai penanggung jawab. Organisasi tersebut bertujuan untuk melindungi hasil karya para pengarang tanah air. Ia menyelesaikan Program S1 Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Indonesia (1993) dan studi Sosiolog di Ecole des Hautes en Science Siciales, Paris, Prancis (2001).

Atas dasar rasa simpatik para sahabat Radhar, digelar acara Malam Cinta untuk Radhar Panca Dahana di aula Nurcholis Madjid, Universitas Paramadina, Jakarta, Jumat (05/04) malam. Dihadiri oleh para seniman, budayawan dan pengusaha untuk menggalang dana.

"Operasi fistula telah dilakukan 1 April kemarin, dan kini masih dalam tahap penyembuhan," kata ketua panitia Kurnia Effendi, kepada C&R Digital, Jum'at (05/04) di Universitas Paramadina, Jakarta.

Kurnia juga menyampaikan, saat ini Radhar harus melakukan cuci darah tiga hari sekali akibat terlalu banyak infus dan obat selama perawatan menjelang operasi, bahkan Radhar hanya boleh minum air paling banyak 600 ml per hari, tidak boleh lelah dan harus istirahat selama 3 bulan. 

"Radhar masih membutuhkan perawatan dan biayanya tidak ringan, kami ingin Radhar segera cepat pulih dan bisa eksis kembali dan berkarya," kata Kurnia.

Dalam acara tersebut, juga ada pembacaan puisi dan prosa karya Radhar dan seniman lainnya. Diantara mereka, hadir seorang pujangga Jose Rizal Manua dan aktor Ray Sahetapy yang turut membacakan karya Radhar. Tak hanya itu, digelar juga lelang buku karya Radhar dan dua sketsa Prancis karya Drs. Suryadi (Pak Raden).

Buku karya Radhar yang dilelang berjudul Cerita Belum Selesai yang hanya dicetak empat buku. Dalam satu buku berisi 2 esai, 6 puisi, dan 3 cerpen karya Radhar, dan angka itu disesuaikan dengan kelahiran Radhar, 26 Maret. Ada juga lelang buku Dalam Sebotol Cokelat Cair karya Radhar yang dicetak tahun 2008, yang kini tersisa 10 buku.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.