Rayakan Idul Adha sambil berkurban dan beraktivitas secara daring

·Bacaan 2 menit

Koordinator Substansi Zoonosis, Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) RI Drh. Tjahjani Widiastuti, mengajak masyarakat untuk merayakan Idul Adha dengan memanfaatkan ruang digital di masa pandemi, tak terkecuali untuk berkurban.

"Apabila memungkinkan menggunakan media online, saat pemotongan hewan hanya dilakukan oleh pihak-pihak yang terlibat langsung. Jadi pengkurban, masyarakat, tidak perlu hadir di lokasi tersebut untuk mengurangi kerumunan," kata Tjahjani dalam Indonesia Islamic Marketing Festival bertema "Branding Produk Qurban: Meningkatkan Nilai dan Kualitas Produk Qurban Untuk Kemakmuran Ummat", yang digelar secara daring, Selasa.

Lebih lanjut, ia mengatakan Kementan melalui Ditjen PKH menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 8017/SE/PK.320/F/06/2021, tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban dalam Masa Pandemi Corona Virus COVID-19.

Surat Edaran ini mengatur mitigasi atau meminimalisasi risiko kegiatan kurban, di antaranya memperhatikan tiga hal pokok yaitu kesehatan dari hewan yang akan dikurbankan, proses penyembelihan dan distribusi daging kepada para penerima.

Di sisi lain, Tjahjani menyatakan bagaimana pemerintah sebagai regulator menghadapi tantangan kurban di masa pandemi. Ia memaparkan bahwa di tahun 2020, terjadi penurunan jumlah kurban jika dibandingkan tahun 2019.

Meski demikian, ia mengatakan pemerintah berkomitmen untuk menjaga kesehatan hewan kurban sesuai dengan mandat undang-undang.

"Bagaimana pun, pemerintah tetap harus commit untuk menjaga kesehatan hewan kurban agar tetap ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) dengan menugaskan pemerintah daerah untuk melakukan pemeriksaan sebelum hari kurban dan pada saat kurban," kata Thahjani.

"Jadi dengan keterbatasan situasi seperti ini, kami selaku pemerintah pusat tetap menyarankan dan dapat menugaskan petugas kami untuk turun memeriksa keamanan dan kesehatan daging kurban," ujarnya melanjutkan.

Di sisi lain, Ketua Yayasan Pengurus Dompet Dhuafa, Nasyith Majidi, mengatakan berkurban secara digital kian menjadi tren yang digemari masyarakat di masa pandemi.

"Dompet Dhuafa dalam beberapa tahun terakhir memang fokus pada transaksi penjualan hewan kurban melalui digital. Hampir semua kanal e-commerce di Indonesia kami masukiselain platform Dompet Dhuafa sendiri," kata Nasyith.

"Kita sebelumnya memang mengantisipasi kalau digital akan menjadi tren. Namun, ternyata saat ini, lifestyle orang semuanya berubah ke pendekatan digital," pungkasnya.

Baca juga: Cara mudah "berkurban digital" lewat GoPay

Baca juga: LinkAja sediakan fitur kurban dan daftar haji

Baca juga: Global Qurban ACT layani konsultasi kurban

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel