Rayakan Imlek Bareng PDIP, Ahok Cerita Saat Dibela Megawati

Dedy Priatmojo, Eduward Ambarita
·Bacaan 2 menit

VIVA – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, menyampaikan testimoni dan rasa syukurnya bisa bergabung dengan PDI Perjuangan. Menurut Basuki atau biasa disapa Ahok, rasa syukurnya itu tatkala diajukan menjadi calon Wakil Gubernur dan berlanjut dicalonkan saat menjadi calon Gubernur DKI Jakarta tahun 2017.

"Banyak sekali orang minta saya mundur supaya saya tidak mengganggu keharmonisan tanda kutip. Tapi Ibu Mega mengatakan saya memilih Ahok untuk maju karena dia bisa kerja dan terbukti. Dan itu yang dilakukan oleh Ibu, dan bukti konkret Ibu Mega seorang negarawan. Dan PDI Perjuangan adalah tempat kita bisa bernaung untuk bisa berjuang bersama-sama untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Ahok saat hadir dalam perayaan Imlek 2021 yang digelar DPP PDI Perjuangan dengan tema 'Imlekan Bareng Banteng' secara virtual, Jumat 12 Februari 2021.

Bagi Ahok, PDI Perjuangan dan sang Ketua Umum Megawati, menempatkan organisasi partai sebagai rumah bersama bagi warga negara dengan berbagai latar belakang. Dia menyatakan hal itu karena mengalaminya secara langsung.

Sementara menurut Ahok, partai berlogo partai banteng tersebut secara konsisten memperjuangkan hak setiap anak bangsa boleh menjadi apapun.

Padahal pada masa kontestasi dulu, banyak desakan yang menginginkan dirinya mundur dari pencalonan.

"PDI Perjuangan di bawah Ibu Megawati sebagai ketua umum ini sudah membuktikan PDI Perjuangan adalah rumah besar kaum nasionalis, dan juga memperjuangkan kepentingan anak bangsa tanpa membedakan suku, agama, ras dan antar golongan. Nah saya sendiri bukan hanya ngomong tapi ngalamin kan," tutur Ahok.

Ahok pun menganggap, PDIP dan para kader adalah sahabat yang lebih dari saudara dalam memperjuangkan ideologi Pancasila. Partai tempatnya bernaung baginya bukan sekadar alat politik, tapi lebih dari itu memperjuangkan cita-cita Indonesia seperti disampaikan Bung Karno ketika memproklamasikan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Kita harus mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Jabatan tidak penting. Buat apa jadi ketua kalau tidak bisa memperjuangkan, mewujudkan ini semua? Itu yang saya pilih dan saya putuskan itu," kata Ahok.