Razia Lapas Garut, Ada Sabu-sabu di Kloset Napi

Agus Rahmat, Diki Hidayat (Garut)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Peredaran narkoba di lembaga pemasyarakatan, masih terus terjadi. Hal itu seperti ditemukan di Lapas Kelas IIB Garut, Jawa Barat. Ketika dilakukan razia, ditemukan satu paket sabu-sabu.

Dari razia rutin itu ditemukan satu paket sabu-sabu milik narapidana berinial S, yang disembunyikan di dalam lubang kloset dan dibungkus menggunakan plastik putih bertali.

Kepala Lapas kelas IIB Garut, RM Kristyo Nugroho, mengatakan bahwa razia tersebut merupakan upaya deteksi dini terhadap gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas Kelas IIB Garut. Terutama mengantisipasi masuknya barang-barang terlarang seperti senjata tajam, handphone, dan narkoba.

Baca juga: John Kei Disidang 13 Januari di PN Jakarta Barat

"Dari hasil razia, kami mengamankan satu paket sabu-sabu, satu pipet kaca dan lima unit telepon genggam," ujarnya, Senin, 4 Januari 2021.

Barang terlarang tersebut diduga milik salah seorang narapidana berinisial S. Kuat dugaan kalau S mendapatkan sabu-sabu dari narapidana lainnya, AW. Dari hasil temuan tersebut, pihak lapas melaporkan kepada Kepala Divisi Pemasyarakatan dan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian.

"Saat ini tim dari Reserse Narkoba Polres Garut masih melakukan pemeriksaan dan pengembangan terhadap para tersangka serta dilakukan penyerahan barang bukti," ungkap Kristyo.

Lanjut Kristyo, pihaknya berkomitmen untuk melakukan pembenahan dari segala bentuk penyimpangan di dalam lapas. Pihaknya juga memerintahkan jajarannya untuk lebih meningkatkan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap siapa pun yang akan memasuki lapas.

"Ini upaya kami guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk adanya barang-barang terlarang di dalam lapas," katanya.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Garut, AKP Maolana, mengatakan hingga saat ini pihaknya terus melakukan upaya pendalaman kasus. Kedua narapiada (S dan AW) masih menjalani pemeriksaan anggota Sat Narkoba Polres Garut.

"Jadi kami masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman kasus adanya satu paket sabu-sabu," ucapnya. (ase)