Razia Prokes di Depok, Satpol PP Pergoki Pemuda Mabuk Bawa Amunisi

Dedy Priatmojo, Zahrul Darmawan (Depok)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Aparat gabungan yang sedang menggelar razia protokol kesehatan dikejutkan dengan kehadiran seorang pemuda yang mengamuk sambil menenteng senjata tajam. Mengejutkannya lagi, dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku petugas menemukan amunisi berupa puluhan butir peluru tajam.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Depok, Lienda Ratna Nurdianny, menuturkan, kejadian bermula ketika pihaknya bersama aparat TNI-Polri sedang melakukan penertiban protokol kesehatan di kawasan Jalan Proklamasi, Kecamatan Sukmajaya, Depok pada Minggu malam, 17 Januari 2021.

"Jadi ada seorang pemuda berinisial N, dia ngamuk dan diduga ingin melakukan percobaan pembunuhan terhadap pemilik toko lis gipsum bernama Mahmud," kata Lienda pada Senin 18 Januari 2021.

Menurut keterangan korban (Mahmud), saat itu ia sedang mencetak gipsum di toko miliknya, dan tiba-tiba dari belakang ada seorang pemuda yang menghampiri sambil berteriak-teriak dan membawa senjata tajam.

"Si pemuda ini mencoba melakukan tindakan kriminal, namun si korban yang melihat pelaku membawa sajam (senjata tajam) langsung bergegas pergi ke toko kusen sebelah milik kakaknya, bertujuan untuk meminta pertolongan," tutur Lienda.

Refleks, Bahrul (kakak Mahmud) menghampiri si pemuda tersebut, mencoba mengambil sajam dari tangannya. Keduanya sempat terlibat cekcok mulut hingga mengundang kerumunan warga sekitar.

"Warga kemudian menghampiri lalu melerainya, tak lama selang kejadian, kebetulan kami (Tim Satpol PP) beserta jajaran berhenti di lokasi dekat kejadian," ujarnya.

Warga yang panik dengan keadaan yang sedang memanas melaporkan hal tersebut ke polisi dan langsung mengamankan pelaku yang sedang memegang sajam tersebut. "Malam itu juga si pemuda tersebut sudah diamankan ke Polsek Sukmajaya untuk diidentifikasi lebih lanjut," ujar Lienda.

Adapun barang bukti yang ditemukan dari hasil pemeriksaan sementara yakni, sebilah senjata tajam jenis pisau, dua botol minuman keras, satu pucuk magazine terisi 30 peluru tajam masih aktif dan satu unit motor jenis Honda Beat.