Razman Arif Singgung Wali Kota Depok soal Dugaan Korupsi Damkar

Hardani Triyoga, Zahrul Darmawan (Depok) , Vicky Fajri ,
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pengacara Razman Arif Nasution secara resmi menyatakan dirinya siap memberikan pendampingan hukum terhadap Sandi Butar-butar, pegawai honorer Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Depok yang membongkar dugaan kasus korupsi.

Menurut Razman, yang paling penting adalah dalam kasus ini pihaknya meminta agar Kejaksaan Negeri Depok, di bawah pengawasan Jaksa Agung, dan Kapolres Metro Depok di bawah pengawasan Kapolda dan Kapolri, untuk mengusut tuntas kasus ini.

"Karena dari rangkaian cerita saudara Sandi kepada kami, kami menduga ini melibatkan orang tertinggi di Kota Depok," kata Razman, Senin 19 April 2021

Atas dugaan itu, ia pun mendesak agar Wali Kota Depok, Mohammad Idris ikut diperiksa.

"Dan kalau ini terjadi, maka kami berharap, pimpinan tertinggi dimaksud, dalam rangka presumption of innocence, periksa Wali Kota Depok," ujar Razman.

Dulu, kata Razman, Damkar pernah bermasalah secara nasional.

"Saya masih ingat. Dulu mobilnya yang bermasalah nah bukan tidak mungkin ada korupsi," ujarnya.

Menurut dia, jika itu terjadi di Kota Depok dikhawatirkan bisa merembet ke daerah lain.

"Sehingga kami berharap ini pintu masuk bagi polisi bagi jaksa, bagi KPK untuk mengusut kasus-kasus yang terjadi di penggunaan dana COVID-19, terutama di kabupaten dan kota di Indonesia," tuturnya.

Razman menambahkan pertama kalinya kasus dugaan korupsi terkuak di instansi Damkar Depok ketika Sandi berbincang dengan Ketua Paguyuban Wartawan Depok, Feri Sinaga. Sebab, Feri menilai sepatu pengaman yang dipakai Sandi agak janggal. Kemudian, hal ini jadi polemik dan perhatian.

"Dan itu terjadi ketika saudara Sandi sambil ngopi-ngopi bertemu saudara Feri, kemudian saudara Feri tanya 'Loh sepatu lo ini kenapa enggak ada pengamannya?' kita kan tahu semua itu kalau kita di Ace Hardware, ada sepatu yang khusus orang bekerja di lapangan maka sepatu itu harus ada pengaman atasnya," ujar Razman.