RBT 'Demi Tuhan' Arya Wiguna Dijual Pekan Depan  

TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu mantan pengikut Eyang Subur, Arya Wiguna, tak menyangka dirinya akan menjadi sepopuler kini. Ia jadi terkenal lantaran marah-marah dalam sebuah konferensi pers sambil menyumpahi mantan gurunya itu, "Demi Tuhan!" Ucapan itu ia lakukan dengan mata melotot sambil menggebrak-gebrak meja.

"Saya enggak nyangka dari omongan spontan itu, ada yang kreatif di Internet terus bikin lagu," ujarnya ketika dihubungi Tempo, Jumat, 3 Mei 2013. Arya lebih tak menyangka ketika dirinya disodori kontrak untuk menjadikan ucapan "Demi Tuhan!" sebagai ring back tone (RBT) yang dijual di pasaran.

"Jadi, saya dikontrak. Kata-kata saya yang sudah diiringi musik akan dijual mulai minggu depan," ujarnya. Ada beberapa versi mixing ucapan Arya tersebut yang beredar di dunia maya. Menurut Arya, versi yang akan dijual oleh sejumlah provider telekomunikasi adalah versi editan Eka Gustiwana.

"Itu salah satu favorit saya. Favorit orang-orang juga karena yang nonton sudah lebih dari sejuta orang," ujarnya. Di situs Youtube hingga siang ini memang video yang diunggah sepekan lalu itu sudah disaksikan 1,12 juta pemirsa.

Dalam video itu dicuplik adegan marah-marah Arya, tetapi dberi sentuhan iringan musik dramatis. "Saya suka karena jadi sedih dengernya," ujar ia.

Arya tak menyangka akan menjadi sepopuler ini. Ia menyebut kepopulerannya sebagai ganjaran dari kebaikannya menegakkan kebenaran. "Ini menunjukkan kalau saya yang didukung masyarakat dalam kasus melawan Subur," ujarnya dengan aksen Sundanya yang khas, tapi kali ini tidak pakai marah-marah.

M. ANDI PERDANA

Topik terhangat:

Susno Duadji | Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional

Berita Lainnya:

Yusril: Menyerah, Tak Berarti Susno Mengakui

Pesan Susno ke Yusril: Saya Minta Dieksekusi  

Susno Duadji Masuk Sel Cibinong Tengah Malam

Pengacara Susno Duadji: Itu Kabar Burung 

Moge Ringsek Uje Bakal Dilelang

Uang Lelang Moge Uje untuk Bangun Masjid

Densus 88 Tangkap Tiga Terduga Teroris

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.