RCEP ditandatangani, Mendag yakin RI akan nikmati "spill over effect"

Ahmad Wijaya
·Bacaan 2 menit

Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto mengatakan perjanjian perdagangan terbesar di kawasan yang baru saja ditandatangani yakni Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) akan memberikan efek berlanjut perekonomian (spill over effect) bagi kinerja ekspor Indonesia.

Agus dalam konferensi pers virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Minggu, mengatakan efek berlanjut atau spill over effect ini akan timbul mengingat meluasnya peran Indonesia dalam rantai perdagangan global. Indonesia akan memperoleh manfaat perdagangan dari negara-negara anggota RCEP yang memiliki kerja sama perdagangan bebas (Free Trade Agreement) dengan negara-negara non-anggota RCEP.

“Perluasan peran Indonesia melalui global supply chain dari spill over effect ini berpotensi meningkatkan ekspor Indonesia ke dunia sebesar 7,2 persen,” kata Agus.

Baca juga: Presiden Jokowi hadiri KTT ASEAN-PBB dan KTT RCEP

Dengan begitu, kata Agus, kesepakatan RCEP yang melingkupi 10 negara ASEAN dan lima negara mitra ASEAN dapat menjadi mempermudah Indonesia untuk memasuki rantai pasok perdagangan dunia. Dengan hal itu, pemerintah juga mengharapkan dapat membantu percepatan pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi COVID-19.

Namun untuk memperoleh manfaat RCEP secara maksimal, kata Agus, harus dilakukan dengan terus meningkatkan daya saing produk dalam negeri agar bisa memberikan nilai produk ekspor yang kompetitif di perdagangan global,

“(Manfaat) tidak akan terwujud apabila kita bersikap hanya menunggu dan tidak melakukan perubahan mendasar. Perubahan yang dimaksud, menjadikan program penguatan daya saing sebagai agenda tetap di sektor perkonomian. Software atau hardware, sektor jasa atau barang, pengusaha besar atau UMKM, sektor pemerintah atau swasta,” kata Agys.

Perjanjian RCEP pada Minggu ini ditandatangani oleh Menteri Perdagangan atau Menteri yang diberi kewenangan oleh pemimpin negara-negara anggota RCEP, yaitu 10 negara ASEAN dan lima negara mitra ; Australia, Jepang, Korea Selatan, Selandia Baru, dan China.

Perundingan RCEP telah berlangsung selama delapan tahun dengan melewati 31 putaran. Penyelesaian RCEP melawati berbagai negoisasi yang alot karena pakta perdagangan ini diyakini akan menjadi kesepakatan perdagangan berskala kawasan yang terbesar di dunia dengan total pasar 2,2 miliar orang, dan peran 29 persen terhadap produk domestik bruto dunia.

Baca juga: Jokowi: RCEP komitmen perdamaian, stabilitas, sejahtera di kawasan
Baca juga: Ditandatangani di tengah pandemi, Mendag: RCEP tumbuhkan harapan baru