Reaksi Gibran Terima Pengaduan Warga di Medsos: Saya Kaget, Saya Cari Orangnya

Merdeka.com - Merdeka.com - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dalam beberapa bulan terakhir kerap menjadi sorotan warganet di media sosial. Selain rajin menanggapi keluhan warga baik melalui akun Twitter maupun Instagram, dia juga sering mengunggah informasi-informasi penting lainnya dengan kemasan yang lucu dan menggelitik.

Tidak sedikit juga keluhan warga yang segera ditanggapi baik melalui jawaban di media sosial maupun tindakan ayat di lapangan. Banyak contoh kasus yang bahkan menjadi viral bahkan menuai pro dan kontra. Seperti kasus pemukulan yang dilakukan oleh salah satu anggota Paspampres atau Pasukan Pengamanan Presiden.

Tidak hanya permasalahan besar, putra sulung Presiden Jokowi itu juga kerap menanggapi aduan atau keluhan warga yang dianggap biasa oleh sebagian orang. Di antaranya kasus kehilangan helm yang dialami warga saat menghadiri acara selawatan di Benteng Vastenburg yang dihadiri Habib Syech dan Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa beberapa hari lalu.

Gibran memiliki cara unik saat menjawab keluhan salah seorang netizen yang disampaikan ke akun twitter @gibran_tweet.

"Tolong untuk acara sekelas pengajian habib syech keamanannya khususnya parkiran di tingkat lagi barusan helm ku ilang di parkiran pulang dari pengajian dri solo sampai Karangpandan tanpa helm gara-gara helmnya dimaling orang di parkiran helm merek mahal juga," cuit netizen di akun @dewangga94.

Cuitan tersebut lantas dijawab Gibran di akun pribadinya @gibran_tweet. "Ya mbak. Maaf saya yang salah. Saya minta nomor HP-nya. Biar saya tukar helmnya," jawab @gibran_tweet.

Tidak hanya jawaban di Twitter, keesokan harinya Gibran benar-benar menyiapkan helm serupa milik warga Karanganyar yang hilang itu.

Banyak kasus lain yang juga tidak luput dari perhatian Gibran di media sosial, dan kemudian mendapatkan tanggapan di lapangan. Di antaranya kasus perselisihan antara pedagang kain dan manajemen Pusat Grosir Solo (PGS). Gibran bahkan harus datang ke lokasi untuk melerai manajemen yang akan menyegel kios yang disewa pedagang.

Para pedagang menolak kenaikan harga sewa kios yang ditetapkan manajemen. Pandemi Covid-19 menjadi mengakibatkan turunnya pedagang omset. Mereka tidak mampu membayar jika ongkos sewa dinaikkan. Hal yang sama juga dirasakan pemilik kios. Besarnya biaya operasional tidak mencukupi dengan ongkos sewa saat ini.

Pada kasus ini, para pedagang bahkan sampai harus datang ke kantor Gibran di Balai Kota Solo. Kasus yang hampir sama terjadi pada para pedagang Sekaten di Alun-Alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta. Gibran pun harus mencarikan jalan tengah yang saling menguntungkan. Baik bagi pedagang maupun pengelola Sekaten.

Perwakilan pedagang yang enggan disebutkan namanya mengaku kaget dengan harga stan yang ditetapkan. Dia menilai sikap pengelola Sekaten tidak berpihak kepada rakyat.

"Kami kaget enggak ada konfirmasi dari sana (Diana Ria) denahnya harganya juga beda. Sekaten ini kan pesertanya UMKM, tujuannya untuk memperbaiki ekonomi warga Solo. Tapi sekarang kok malah segini, katanya ekonomi rakyar kreatif tapi kok harganya memberatkan warganya," katanya.

Jika dibandingkan tahun 2019 lalu yang berlokasi di Alun-Alun Kidul jauh berbeda, "Sekarang ini paling rendah Rp1,8 juta itu untuk pedagang lama. Kalau yang baru paling rendah Rp2,5 juta. Kami sangat keberatan, tapi terpaksa bayar karena takut kehilangan tempat. Kami ini sampai anak cucu sudah berjualan di sini," katanya.

Ditemui terpisah, Gibran Rakabuming mengaku kaget. Dia akan segera menindaklanjuti laporan tersebut. Dia berjanji segera berkoordinasi dengan pihak Keraton Kasunanan Surakarta. Gibran juga menyayangkan tingginya harga sewa yang ditetapkan.

"Harusnya tidak segitu, tapi nanti kita koordinasi dengan pihak keraton dulu, saya juga kaget kok setinggi itu," katanya.

Gibran juga pernah mendapat laporan dari warga terkait ajang balapan liar di jalanan Kota Solo. Awalnya, akun twitter @myname_ap mengunggah sebuah video yang memperlihatkan dua mobil tengah beradu cepat di kawasan simpang empat Purwosari. Pemilik akun menuliskan sebuah kalimat yang mempertanyakan peruntukan jalan protokol Slamet Riyadi.

"Apakah simpang Purwosari memang dibolehkan untuk ajang balap drag?" tulis pemilik akun.

Dalam caption unggahan tersebut, pemilik akun juga menandai akun @pemkot_solo dan Wali Kota Solo, @gibran_tweet.

Gibran yang selama dikenal aktif di dunia maya, memberikan tanggapannya. Putra sulung Presiden Jokowi kembali berjanji untuk menjadi para pelaku aksi balap liar. Unggahan tersebut kemudian dibalas oleh Gibran, dengan akun @Gibran Rakabuming.

"Akan saya cari pelakunya," ujar Gibran, Jumat (19/8).

Sementara dalam kasus anggota Paspampres memukuli seorang sopir truk, Gibran juga memperlihatkan keseriusannya menyelesaikan persoalan itu. Sesaat setelah menerima aduan warga, Gibran merespons cepat. "Saya Cari Pelakunya," kata Gibran saat itu.

Kasus ini akhirnya berhasil diselesaikan Gibran. Anggota Paspampres juga menyampaikan permohonan maaf kepada korban. [cob]