Reaksi Girang Siswa Ikut Uji Coba Sekolah Tatap Muka di Malang

Mohammad Arief Hidayat, Lucky Aditya (Malang)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sejumlah sekolah di Kota Malang mulai melakukan uji coba metode pembelajaran tatap muka. Salah satunya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Telkom Sandhy Putra Kota Malang. Uji coba dilakukan dengan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

Siswa yang mengikuti uji coba belajar tatap muka wajib menjalankan 3 M, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi untuk siswa sebelum melakukan uji coba, di antaranya khusus siswa yang berdomisili di Malang serta mendapat izin dari orangtua untuk mengikuti uji coba ini.

Wakil Kepala Kurikulum SMK Telkom Sandhy Putra Kota Malang, Ifa Choirunnisa, mengatakan, dari sekitar 1.500 siswa di sekolah ini hanya 90 siswa yang mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka. Ke-90 siswa itu seluruhnya dari kelas X dan mereka telah mendapat izin dari wali murid masing-masing.

"Dimulai sejak hari ini, dan hanya untuk kegiatan praktik siswa kelas X. Dari 1.500-an siswa yang memenuhi kriteria hanya 90 orang, semuanya sudah diizinkan oleh orangtua," kata Ifa, Senin, 2 November 2020.

Siswa yang mengikuti uji coba tatap muka sebelum masuk ke kelas wajib bermasker, siswa wajib mencuci tangan, kemudian diukur suhu tubuhnya. Setelah itu, di dalam kelas bangku siswa dibuat berjarak sekira satu meter. Kegiatan belajar mengajar hanya dibatasi sekira tiga jam.

"Jadi ada kriterianya, kenapa kelas X karena mereka banyak yang belum kenal dengan sekolah. Mereka masuk hanya setengah hari atau satu sesi minimal tiga jam dan datang satu kali saja selama satu periode uji coba ini," ujar Ifa.

Uji coba juga dapat diikuti siswa lainnya dari rumah secara daring. Sebelumnya, selama pembelajaran daring, siswa SMK Telkom melakukan pembelajaran praktik kejuruan melalui aplikasi Gmetrix. Sementara itu, untuk mata pelajaran umum dilakukan melalui laman Learning Management System (LMS) milik SMK Telkom Sandhy Putra Kota Malang.

Siswi kelas X TKJ 4 SMK Telkom Sandhy Putra Kota Malang, Intan Diah Rahmawati, mengaku merindukan pembelajaran tatap muka. Selama pandemi memang aktivitas belajar dilakukan di rumah. Menurutnya, ada beberapa materi pembelajaran yang kurang dipahami jika tidak mendengarkan penjelasan langsung dari guru di kelas.

"Senang banget ketemu sama teman-teman meski harus jaga jarak dan cuma sebentar. Senang juga ketemu guru-guru. Ingin sekali untuk sekolah tatap muka lagi meski sekarang cuma dapat kesempatan sekali di uji coba ini. Kalau daring ada yang beberapa tidak paham, karena ada yang tidak paham kalau tidak dijelaskan secara langsung," kata Intan.

Baca: Vaksin Corona Institute of Microbiology Disebut Aman Bagi Manusia