Reaksi Pasrah Emil Dardak usai Kerumunan Ultah Khofifah Dipolisikan

·Bacaan 3 menit

VIVA – Wakil Gubernur Emil Elistianto Dardak menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur siap menghadapi proses hukum oleh Kepolisian Daerah setempat sebagai tindak lanjut laporan masyarakat atas dugaan pelanggaran protokol kesehatan dalam acara perayaan ulang tahun Gubernur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu pekan lalu, 19 Mei 2021.

“Harus selalu siap. Kita harus memberikan kerjasama terbaik, karena kita ingin juga masyarakat bisa melihat adanya satu teladan yang baik dari kami,” kata Emil kepada wartawan di sela mendampingi Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Pabrik CV Sinar Baja Electric di Surabaya pada Selasa, 25 Mei 2021.

Emil ogah menjelaskan lebih rinci seperti apa langkah Pemprov menghadapi proses hukum di Polda. Namun dia memastikan Pemprov akan menyikapi polemik itu dengan rendah hati dan mawas diri. “Tentunya informasi menyampaikannya tidak sesederhana itu, ya, di era yang seperti ini. Tetapi ini kita sikapi dengan penuh kerendahan hati dan mawas diri,” ujar suami Arumi Bachsin itu.

Kepada polisi, Emil mengatakan Pemprov akan menyampaikan informasi yang sesuai fakta dan sevalid mungkin bila nanti diklarifikasi soal acara ulang tahun Khofifah, sebagaimana dilaporkan oleh sekelompok orang.

“Ini terus dikoordinasikan dan kami akan mengikuti apa yang menjadi arahan dari rekan-rekan di Pemprov yang memastikan ini sesuai. Maksudnya sesuai adalah menindaklanjuti apa yang sedang berlangsung di Polda,” ujarnya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim Komisaris Besar Polisi Gator Reli Handoko sebelumnya mengatakan, sudah ada empat pelapor dari masyarakat yang mengadukan dugaan pelanggaran protokol kesehatan dalam kegiatan ulang tahun Khofifah, yakni Arek Aktivis Suroboyo 98 Tangi, Lira Jatim, advokat M Soleh, dan kelompok dari Barisan Pemuda Nusantara.

Ia mengatakan, objek yang dilaporkan oleh keempat pelapor itu sama, yakni Gubernur Khofifah Indar Parawansa Cs atas dugaan pelanggaran protokol kesehatan. “Karena laporannya sama, maka kami akan tindak lanjuti salah satu laporan saja. Yang lain bukan tidak diterima—tetap diterima—tapi yang diproses hanya satu laporan,” ujar Gatot.

Kasus itu berawal dari sebuah video yang memperlihatkan kerumunan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jawa Timur, viral di media sosial. Kerumunan itu diduga pesta ulang tahun Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa atau pada Rabu malam, 19 Mei 2021.

Video itu mulai tersebar di jejaring WhatsApp dan media sosial sejak Kamis. Sontak setelah itu sebaran meluas di berbagai aplikasi medsos. Bahkan, akun gosip terkenal, Lambe Turah, ikut-ikutan menyebarkan video tersebut, Jumat, 21 Mei 2021. Tidak ada keterangan video diikutkan dalam unggahan itu.

Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur Heru Tjahjono mengaku sebagai inisiator acara ulang tahun Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi pada Rabu malam, 19 Mei, yang videonya viral karena acara itu menimbulkan kerumunan banyak orang. Kata Heru, acara itu bersifat kejutan alias surprise, karenanya Khofifah tidak tahu-menahu soal rencana itu.

Heru menjelaskan, acara itu hanya dihadiri 30 orang, terdiri dari beberapa kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan pegawai. Ditambah petugas Gedung Negara Grahadi, total orang yang hadir di acara itu berjumlah 50 orang. Jumlah itu jauh lebih sedikit dari kapasitas normal Grahadi sebanyak 2.000 orang. Karena itu ia menegaskan tidak ada kerumunan dalam acara tersebut.

“Ibu Gubernur pun tidak tahu kalau kita membuat acaa. Ini surprise. Karena apa? Ibu Gubernur selalu memberikan perhatian kepada stafnya setiap ulang tahun. Saya ulang tahun diperhatikan,” kata Heru saat diklarifikasi soal video kerumunan ultah Khofifah di Surabaya, Jumat pekan lalu.

Khofifah juga mengklarifikasi dan meminta maaf soal itu melalui jejaring grup WhatsApp dan akun Instagram Pemprov Jawa Timur pada Sabtu, 22 Mei. Ia mengklaim acara itu bukan inisiatifnya dan di lokasi sudah sesuai protokol kesehatan. Video yang beredar, menurutnya, adalah pengambilan gambar saat acara akan bubar.